Integrasikan Silabus Perkins, S1 Pendidikan Khusus Unesa Bahas Penyusunan RPS Pendidikan Inklusi
Program Studi S1 Pendidikan Khusus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Perkins menggelar pertemuan secara daring melalui Zoom pada Jumat, 4 September 2026. Pertemuan tersebut membahas penyusunan dan penyempurnaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) mata kuliah Pendidikan Inklusi dengan mengintegrasikan silabus yang dikembangkan oleh Perkins School for the Blind. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rekonstruksi konten mata kuliah Pendidikan Inklusi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik. Pengembangan RPS dilakukan dengan mengadaptasi Course 1: Building the Foundations for Inclusive Learning dalam kerangka Access to Quality Inclusive Education dari Perkins. Silabus tersebut tidak hanya dimasukkan sebagai tambahan materi, tetapi juga dikontekstualisasikan dengan kebutuhan pendidikan calon guru dan kondisi penyelenggaraan pendidikan inklusi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, tim S1 Pendidikan Khusus Unesa dan perwakilan Perkins mendiskusikan keselarasan antara capaian pembelajaran mata kuliah, struktur materi, kegiatan pembelajaran, bentuk penugasan, dan strategi penilaian. Pembahasan juga diarahkan untuk memastikan bahwa materi dari Perkins dapat terintegrasi secara sistematis ke dalam rangkaian pembelajaran selama satu semester. Salah satu fokus utama integrasi adalah penguatan pemahaman mahasiswa bahwa pendidikan merupakan hak asasi manusia yang fundamental. Melalui perspektif tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami pendidikan inklusi bukan hanya sebagai layanan bagi murid penyandang disabilitas, tetapi sebagai upaya sistematis untuk memastikan setiap murid memperoleh akses, kesempatan berpartisipasi, dukungan, dan pengalaman belajar yang bermakna. Materi yang dibahas mencakup pengenalan pendidikan inklusi, pendidikan dan pendekatan hak asasi manusia, aksesibilitas dan partisipasi dalam pendidikan, serta pendidikan untuk semua sebagai tanggung jawab bersama. RPS juga akan memperkenalkan indikator kualitas dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi serta memperkuat penerapan UDL (Universal Design for Learning) dan asesmen kebutuhan belajar.
Pengintegrasian silabus Perkins diharapkan dapat membuat pembelajaran Pendidikan Inklusi menjadi lebih kontekstual, reflektif, dan aplikatif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep melalui penjelasan teoretis, tetapi juga diarahkan untuk menganalisis ketimpangan pendidikan, mengidentifikasi hambatan belajar dan partisipasi, melakukan audit aksesibilitas lingkungan belajar, memetakan dukungan, serta menyusun rencana aksi untuk perbaikan praktik pendidikan inklusi. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendidikan inklusi dipahami sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepemimpinan inklusif, kebijakan yang mendukung, lingkungan yang aksesibel, dan praktik pembelajaran yang menghargai keberagaman setiap murid.
Hasil diskusi akan menjadi dasar untuk menyempurnakan RPS dan bahan ajar mata kuliah Pendidikan Inklusi. Perangkat pembelajaran tersebut selanjutnya diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif, sekaligus membentuk kompetensi mereka sebagai calon pendidik yang inklusif, reflektif, kolaboratif, dan mampu merespons keberagaman kebutuhan belajar. Pertemuan daring ini dihadiri oleh Khofidotur Rofiah, S.Pd., M.Pd.; Riski Prasetya Arbi, S.Pd., M.Pd.; dan Eryana Fatimasari Retno Budiati, M.Pd. dari Program Studi S1 Pendidikan Khusus Unesa. Dari Perkins hadir Paige Klotzman dan Asti Mulyana. Lovany Marchelia Shafirarossa, mahasiswa anggota Tim PKM, turut mengikuti kegiatan dan mendukung proses pengembangan perangkat pembelajaran.
Melalui kolaborasi ini, Program Studi S1 Pendidikan Khusus Unesa terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan memperluas jejaring kemitraan internasional. Integrasi silabus Perkins diharapkan dapat menghasilkan RPS Pendidikan Inklusi yang relevan dengan perkembangan global, tetap kontekstual dengan kebutuhan Indonesia, serta berkontribusi dalam menyiapkan calon pendidik yang mampu mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua.
Keterangan foto:
Tim Program Studi S1 Pendidikan Khusus Unesa bersama Paige Klotzman dan Asti Mulyana dari Perkins membahas penyusunan RPS Pendidikan Inklusi yang mengintegrasikan silabus Building the Foundations for Inclusive Learning melalui pertemuan daring, Jumat, 4 September 2026.