Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa Gelar Kuliah Tamu Internasional Bahas Komunikasi Augmentatif dan Alternatif
plb.unesa.ac.id., SURABAYA — Program Studi
S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas
Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk "Augmentative
and Alternative Communication: Communication Bridges" yang menghadirkan
pembicara dari Turki, Prof. Pınar Şafak, Ph.D., dosen Gazi University Gazi
Education Faculty sekaligus Kepala Program Studi Multiple Disabilities
(Disabilitas Ganda) dan afiliator Perkins School for the Blind International.
Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui media zoom meeting pada Selasa,
O7 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama akademik antara mahasiswa dan dosen PLB dengan pakar pendidikan khusus dari Indonesia maupun luar negeri, guna memperluas wawasan mahasiswa mengenai layanan intervensi bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan disabilitas ganda dan hambatan komunikasi.

Dalam paparannya, Prof. Pınar Şafak menjelaskan
konsep dasar Augmentative and Alternative Communication (AAC), yaitu sistem
komunikasi yang digunakan untuk membantu individu yang mengalami hambatan dalam
berbicara atau berbahasa secara verbal. AAC berperan sebagai "jembatan
komunikasi" bagi anak-anak dengan disabilitas ganda, gangguan penglihatan
(deafblind), autisme, maupun hambatan komunikasi lainnya, agar tetap dapat
mengekspresikan kebutuhan, pikiran, dan perasaan mereka.
Materi
yang disampaikan mencakup konsep dan definisi dasar AAC serta manfaatnya dalam
mendukung perkembangan komunikasi anak berkebutuhan khusus. Ia juga memaparkan
jenis-jenis sistem AAC, mulai dari unaided
system atau sistem tanpa alat bantu seperti gestur dan bahasa
isyarat, hingga aided system
atau sistem dengan alat bantu seperti simbol gambar, papan komunikasi, dan
perangkat berbasis teknologi (speech-generating
device). Selain itu, disampaikan pula contoh penerapan AAC pada
anak dengan disabilitas ganda dan gangguan penglihatan, yang dilengkapi dengan
ilustrasi kasus serta cuplikan video praktik nyata di lapangan agar mahasiswa
memperoleh gambaran konkret mengenai implementasinya. Tidak hanya itu, materi
juga membahas berbagai strategi dan pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru,
orang tua, maupun praktisi pendidikan khusus dalam mendampingi anak yang
menggunakan AAC sehari-hari.
Kuliah tamu ini disambut antusias oleh mahasiswa
Program Studi S1 PLB. Melalui sesi tanya jawab, mahasiswa berkesempatan
berdiskusi langsung dengan Prof. Pınar Şafak mengenai penerapan AAC dalam
konteks pendidikan khusus di Indonesia, termasuk tantangan dan peluang
pengembangannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan
mahasiswa calon guru pendidikan khusus mengenai pentingnya komunikasi
augmentatif dan alternatif sebagai salah satu bentuk layanan intervensi,
sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional Program Studi S1 PLB
dengan institusi pendidikan luar negeri, seperti Gazi University dan Perkins
School for the Blind International.