Pembukaan Praktik Lapangan Pengajaran di SLB Harmoni Sidoarjo
Pembukaan Praktik Lapangan Pengajaran (PLP) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Harmoni Sidoarjo berlangsung pada hari Senin, 9 Februari 2026, pukul 10.00 pagi. Acara ini melibatkan dosen pendamping lapangan dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang bertugas membimbing mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Biasa. SLB Harmoni Sidoarjo menjadi lokasi yang tepat untuk implementasi pembelajaran inklusif. Acara dihadiri oleh berbagai pihak terkait pendidikan khusus.
Dosen pendamping lapangan bernama Danis Ade Dwirisnanda, S.Pd., M.Hum., yang berasal dari UNESA. Ia bertanggung jawab atas pengawasan dan pembimbingan mahasiswa selama PLP. Kepala sekolah SLB Harmoni Sidoarjo adalah RITA INDRAWATI, S.Pd., yang memimpin acara pembukaan. Kedua tokoh ini memainkan peran penting dalam memastikan kelancaran program. Kolaborasi antara universitas dan sekolah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan luar biasa.
Dosen pendamping menyerahkan sembilan mahasiswa dari jurusan Pendidikan Luar Biasa UNESA. Mahasiswa tersebut adalah ANEIRA VIVIAN WIDIANTI, ANNISA MUTIARA PRIBADI, DEVINA NUR AZIZATUZ ZAHRO, DIAN WAHYU FITRIANI, ELVI IDHA ISTIQOMAH, HANIFA PUTRI DANIAL, NUR SHAFINATUN NAJAH, TITA RAHMAWATI, dan WAHYUNI. Mereka akan menjalani praktik selama periode tertentu di SLB Harmoni. Setiap mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus. Persiapan ini telah dilakukan secara matang oleh pihak universitas.
Acara diawali dengan sambutan dari dosen pendamping lapangan, Danis Ade Dwirisnanda. Kemudian, sambutan disampaikan oleh kepala sekolah, RITA INDRAWATI. Selanjutnya, ketua kelompok mahasiswa memberikan sambutan mewakili teman-temannya. Guru pamong di SLB Harmoni juga turut menyampaikan sambutan. Rangkaian sambutan ini menciptakan atmosfer yang hangat dan motivatif.
Setelah sambutan, sembilan mahasiswa satu per satu memperkenalkan diri. Pengenalan ini bertujuan agar guru pamong dan kepala sekolah dapat mengenal mereka lebih dekat. Setiap mahasiswa menyebutkan nama, asal, dan motivasi mengikuti PLP. Proses ini berjalan lancar dan interaktif. Hal ini membantu membangun hubungan baik sejak awal.
Di akhir acara, guru pamong, kepala sekolah, dan dosen pendamping memberikan masukan. Masukan tersebut perlu dilaksanakan dan ditaati oleh sembilan mahasiswa. Mereka diberi nasihat tentang etika, disiplin, dan pendekatan pembelajaran. Masukan ini diharapkan dapat memandu mahasiswa selama praktik. Semua pihak berkomitmen untuk mendukung kesuksesan program.
Akhirnya, acara ditutup dengan sesi foto bersama semua peserta. Foto ini menjadi kenang-kenangan penting bagi mahasiswa dan pihak sekolah. Pembukaan PLP ini menandai awal perjalanan pembelajaran yang bermakna. Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak. Semua berharap kesuksesan dalam implementasi pendidikan luar biasa.