Harmoni Pendidikan: Penutupan Program PLP di SLB Negeri Jombang
JOMBANG, Dalam suasana penuh kehangatan, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) merayakan penutupan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang telah berlangsung selama empat bulan di SLB Negeri Jombang. Acara yang digelar pada Senin, 2 Juni 2025, ini tidak hanya menjadi momen penutupan, tetapi juga refleksi atas kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Dengan semangat yang tinggi, mahasiswa menunjukkan dedikasi mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua peserta didik.
Aula SLB Negeri Jombang menjadi saksi bisu dari acara penutupan yang meriah ini, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dosen pembimbing dari UNESA, Diah Ekasari, M.Pd., serta jajaran guru dan staf sekolah. Dalam sambutannya, Diah Ekasari mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak SLB Negeri Jombang atas dukungan yang diberikan selama praktik. Ia berharap pengalaman yang didapat mahasiswa selama PLP ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka sebagai pendidik yang profesional dan inklusif. Suasana haru dan bahagia menyelimuti acara, menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Kepala SLB Negeri Jombang, Deny Setiyawati, S.Pd., juga memberikan sambutan yang penuh makna. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. “Kerja sama ini sangat berarti bagi kami, dan kami berharap dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya. Dengan semangat kolaborasi, Deny menekankan pentingnya sinergi antara UNESA dan SLB Negeri Jombang untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik. Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di daerah.
Ketua kelompok PLP UNESA di SLB Negeri Jombang, Devi Natalia Padang, turut menyampaikan harapannya untuk masa depan lembaga pendidikan tersebut. Ia berharap SLB Negeri Jombang dapat terus berkembang menjadi institusi yang inklusif dan ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus. “Kami ingin SLB Negeri Jombang menjadi tempat di mana setiap siswa merasa dihargai dan mendapatkan layanan terbaik,” ujarnya. Devi juga menekankan pentingnya metode pengajaran yang inovatif dan adaptif untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa. Dengan semangat ini, ia yakin bahwa setiap anak dapat mencapai potensi terbaik mereka.
Acara penutupan ini juga menjadi ajang untuk merayakan pencapaian mahasiswa selama menjalani praktik. Penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan secara simbolis menjadi momen yang penuh makna. Mahasiswa dan pihak sekolah saling bertukar kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin. Sesi foto bersama menutup acara dengan penuh keceriaan, menciptakan kenangan indah yang akan dikenang selamanya. Momen ini menjadi simbol dari kolaborasi yang sukses antara mahasiswa dan SLB Negeri Jombang.
Dalam suasana yang penuh kasih sayang, mahasiswa PLP dan pihak sekolah berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan belajar. “Kami ingin menciptakan suasana di mana keberagaman dihargai dan setiap siswa merasa diterima,” pungkas Devi. Dengan semangat ini, mereka berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan. Harapan akan masa depan yang lebih baik bagi pendidikan inklusif di Jombang semakin menguat. Semua pihak sepakat bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Dengan berakhirnya Program PLP ini, mahasiswa UNESA membawa pulang pengalaman berharga yang akan membentuk mereka menjadi pendidik yang lebih baik. Mereka siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan dengan semangat dan pengetahuan yang telah diperoleh. SLB Negeri Jombang pun siap melanjutkan perjalanan ini, berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Bersama-sama, mereka akan menciptakan masa depan pendidikan yang lebih cerah dan inklusif. Semoga kolaborasi ini menjadi awal dari banyak kerja sama yang lebih baik di masa mendatang.