KOTUNESA turut memeriahkan Hari Pendidikan Nasional

Komunitas Tuli Unesa turut memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan mengadakan sosialisasi Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) di Laboratorium Merdeka, Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 4 Mei 2024, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang komunikasi dengan anak tunarungu. Mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas di UNESA, termasuk Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Teknik, dan Fakultas Vokasi, bergabung dalam kegiatan penting ini.
Acara ini dimulai dengan sesi pengenalan BISINDO, diikuti dengan penyampaian berbagai teknik dalam BISINDO, dan cara efektif berkomunikasi dengan anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran. Zulfa, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Luar Biasa, menekankan pentingnya sosialisasi ini untuk membantu mahasiswa mengenal lebih dekat dan memahami kebutuhan komunikasi teman-teman mereka yang tunarungu. Menurutnya, kegiatan seperti ini esensial dalam mempromosikan inklusi di lingkungan akademik.
Dalam kegiatan ini, dijelaskan bahwa BISINDO adalah bahasa isyarat yang dikembangkan oleh komunitas tunarungu Indonesia, yang berbeda dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang lebih umum digunakan oleh orang awam. Zulfa menjelaskan, "BISINDO dirasakan lebih familiar oleh mereka yang tunarungu karena ini merupakan bahasa ibu mereka." Hal ini menunjukkan pentingnya memilih pendekatan yang tepat dalam komunikasi isyarat untuk mendukung efektivitas pembelajaran dan interaksi sosial.
Penyelenggaraan sosialisasi ini juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan komunikasi antara mahasiswa tunarungu dengan mahasiswa lainnya di kampus. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang BISINDO, diharapkan interaksi antar mahasiswa akan lebih inklusif dan memperkaya pengalaman belajar bersama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa tunarungu untuk mengekspresikan diri dan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan kampus.
Kesuksesan acara ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak kegiatan serupa di masa depan, tidak hanya di UNESA tapi juga di universitas lain di Indonesia. Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam mendukung keberlanjutan komunitas inklusif di lingkungan pendidikan tinggi, serta mempromosikan kesetaraan dan keadilan sosial bagi semua mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.