MENINGKATKAN WAWASAN GURU SEKOLAH DASAR LAB SCHOOL 2 LIDAH WETAN SURABAYA DENGAN PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BAGI GURU INKLUSI

Jumat, 26 Juli dan 2 Agustus tim Pengabdian Kepada Masyarakat jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Surabaya mengadakan pelatihan untuk 10 guru kelas 4 sekolah dasar Lab School 2 Surabaya. Pelatihan tersebut ditujukan untuk menambah wawasan para guru tentang modul ajar berdiferensiasi untuk peserta didik mereka, tidak hanya untuk peserta didik berkebutuhan khusus, untuk peserta didik tipikal pun membutuhkan modul ajar berdiferensiasi, karena setiap anak memiliki cara belajar dan cara penerimaan materi yang berbeda-beda.
Pentingnya pembelajaran berdiferensiasi ialah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu tantangan utama dalam pendidikan adalah menghadapi keragaman kebutuhan dan potensi setiap siswa. Untuk menjawab tantangan ini, pendekatan pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi inovatif yang semakin diterapkan di berbagai institusi pendidikan. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pengajaran yang menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan masing-masing siswa.
Tidak hanya itu, pembelajaran berdiferensiasi dapat melakukan pendekatan secara individual dalam pembelajaran. Dalam modul ajar pembelajaran berdiferensiasi, guru diajak untuk mengenali perbedaan individu siswa sejak dini. Modul ini menjelaskan bahwa dengan memahami profil belajar siswa, guru dapat merancang strategi pengajaran yang lebih efektif. Profil belajar mencakup gaya belajar, kekuatan, kelemahan, minat, dan kebutuhan khusus siswa. Dengan informasi ini, guru dapat mengembangkan rencana pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan setiap siswa.
Pada presentasi yang disampaikan pada tanggal 2 Agustus 2024, strategi praktis untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dijelaskan secara rinci. Salah satu strategi utama adalah fleksibilitas dalam pengelompokan siswa. Guru didorong untuk membuat kelompok belajar yang dinamis, dimana anggota kelompok dapat berubah sesuai dengan topik atau kegiatan yang sedang dilakukan. Hal ini memungkinkan siswa untuk belajar dari berbagai perspektif dan meningkatkan interaksi sosial mereka.
Peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting. Mereka dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang materi ajar serta metode evaluasi yang beragam. Selain itu, guru harus mampu menjadi fasilitator yang mendukung siswa dalam mengeksplorasi potensi diri mereka, pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru sangat penting agar mereka dapat menguasai konsep dan teknik pembelajaran berdiferensiasi dengan baik.
Pihak sekolah pun harus ikut mendorong terlaksananya pembelajaran berdiferensiasi dengan cara menyediakan perangkat teknologi yang memadai. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam pembelajaran berdiferensiasi. Teknologi memungkinkan penyediaan materi ajar yang lebih bervariasi dan interaktif. Dalam presentasi yang disampaikan, berbagai alat dan aplikasi digital diperkenalkan untuk membantu guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Dengan teknologi, siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan preferensi mereka.
Meskipun pembelajaran berdiferensiasi menawarkan banyak manfaat, implementasinya tidak lepas dari tantangan. Salah satu tantangan utama adalah waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk merancang dan mengelola pembelajaran yang personal. Namun, tim pengabdian kepada masyarakat telah memberikan berbagai solusi praktis, seperti kolaborasi antar guru, pemanfaatan sumber belajar yang sudah ada, dan adaptasi bertahap dalam penerapan strategi berdiferensiasi.
Dengan adanya pelatihan pembelajaran berdiferensiasi ini diharapkan dapat menjadi pendekatan standar dalam sistem pendidikan di masa depan. Dengan fokus pada kebutuhan individu siswa, pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan hasil belajar dan kepuasan siswa. Melalui modul ajar dan pelatihan yang terus diperbaharui, guru dapat terus meningkatkan keterampilan mereka dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, sehingga setiap siswa dapat mencapai potensi maksimal mereka.
Pendekatan ini tidak hanya membawa perubahan positif dalam proses pembelajaran, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan adil. Dengan komitmen bersama dari semua pihak terkait, pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi kunci keberhasilan pendidikan di era modern.