Kunjungan Inspiratif dari Perkins School for the Blind ke Universitas Negeri Surabaya
Pada Kamis, 6 November 2025, S1 Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Surabaya menerima kunjungan istimewa dari Perkins School for the Blind. Lembaga ini adalah organisasi non-pemerintah internasional yang terkenal dengan fokusnya pada pendidikan inklusif. Mereka berkomitmen untuk memberdayakan penyandang disabilitas di seluruh dunia. Kunjungan ini menandai langkah penting dalam kolaborasi global. Para tamu datang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Acara ini diharapkan membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Semua peserta antusias dengan potensi kerja sama yang akan terjalin.
Dalam pertemuan tersebut, hadir tiga tokoh utama dari Perkins. Ami Tango-Limketkai, sebagai Program Director of Asia Pacific Region, memimpin delegasi. Paige Klotzman, Program Manager Asia Pacific Region, turut serta dengan keahliannya. Chen Min, Lead Education Consultant, memberikan wawasan mendalam tentang inovasi pendidikan. Mereka semua memiliki pengalaman luas dalam bidang disabilitas. Pertemuan berlangsung di kampus Universitas Negeri Surabaya. Atmosfernya sangat hangat dan penuh semangat. Diskusi awal menunjukkan komitmen bersama untuk perubahan positif.
Pertemuan ini secara khusus membahas rencana kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian. Fokus utamanya adalah Education and Research Collaboration antara Perkins dan S1 Pendidikan Luar Biasa. Mereka ingin mengembangkan praktik terbaik untuk pembelajaran inklusif. Inovasi bagi peserta didik dengan disabilitas menjadi prioritas. Para ahli berbagi studi kasus sukses dari berbagai negara. Diskusi melibatkan pertukaran ide dan strategi. Ini membuka pintu untuk proyek-proyek baru yang bermanfaat.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat. Jejaring global akan diperkuat melalui kerja sama ini. Wawasan akademik para mahasiswa dan dosen akan meluas. Dampak nyata bagi pendidikan inklusif di Indonesia sangat dinantikan. Program ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain. Penyandang disabilitas akan mendapatkan dukungan lebih baik. Semua pihak optimis dengan masa depan yang lebih cerah.
Secara keseluruhan, kunjungan ini menunjukkan komitmen bersama untuk inklusi. Perkins dan Universitas Negeri Surabaya siap berkolaborasi lebih dalam. Inovasi dalam pendidikan disabilitas akan terus berkembang. Acara ini menjadi contoh kerja sama internasional yang sukses. Masyarakat Indonesia bisa belajar dari pengalaman global. Harapan besar terletak pada generasi muda. Mari kita dukung pendidikan yang adil dan inklusif untuk semua.