SABK BHAKTI LUHUR MALANG JADI SASARAN TIM JURUSAN PLB UNESA LAKSANAKAN INTERNSHIP (MAGANG) DAN KKN

Tim jurusan PLB UNESA kembali melakukan survei dan koordinasi internship (magang) di daerah Malang, Jawa Timur. Kali ini yang menjadi sasaran tim ialah SABK Bhakti Luhur yang bertempat di Jl. Terusan Dieng No.40, Pisang Candi, Kec. Sukun, Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at (28/1) ini disambut baik oleh kepala sekolah dan guru SLB SABK Bhakti Luhur. “Kedatangan kami memiliki tujuan untuk melakukan observasi dan diskusi koordinasi ke SABK Bhakti Luhur terkait lingkungan fisik maupun kegiatan-kegiatan yang terdapat di dalamnya. Hal ini kami persiapkan untuk pelaksanaan kegiatan internship (magang) sekaligus KKN mahasiswa jurusan PLB kami di waktu mendatang”, ujar Ketua jurusan S1 PLB UNESA Dr. Asri Wjiastuti, M.Pd yang ditemani beberapa tim antara lain Dra. Siti Mahmudah, M.Kes, dr. Febrita Ardianingsih, M.Si, Muhammad Nurul Asahr, M.Ed, Acep Ovel Novari Beny, M.Pd.
Kepala Sekolah SABK Bhakti Luhur yakni Suster Yohana
Fransiska Mai Muri mengatakan, “Kami akan menyambut dan menerima mahasiswa jurusan
PLB UNESA yang akan melakukan internship (magang) dan KKN di sekolah kami.
Untuk kegiatan internship bisa dilaksanakan melalui penjadwalan di kelas dan
ruang terapi. Sedangkan bagi yang melakukan KKN dapat difokuskan pada
pengembangan keterampilan vokasional, pengolahan limbah minyak goreng menjadi
barang bernilai jual seperti lilin aroma terapi, dan pemasaran hasil produk
siswa-siswi SABK Bhakti Luhur secara digital”.
Setelah melakukan diskusi yang hampir memakan waktu 30
menit, tim jurusan PLB UNESA bersama kepala sekolah dan beberapa guru SLB
melanjutkan kegiatannya dengan melakukan pengamatan ke seluruh lingkungan SABK
Bhakti Luhur. “Kami menangani hampir seluruh
peserta didik berkebutuhan khusus
yang meliputi peserta didik tunanetra, tunarungu, tunagrahita,
tunadaksa, autis dan tunaganda dari jenjang sekolah dasar sampai dengan sekolah
menengah atas. Pembelajaran
dilakukan dalam kelas-kelas berdasarkan jenis hambatan yang dialami peserta
didik”, tambah Suster Yohana Fransiska Mai Muri. Dalam mengembangkan minat dan potensi peserta didik
berkebutuhan khusus, SABK Bhakti Luhur mengadakan beberapa kegiatan yang
melatih vokasional antara lain melukis,
membatik, dan menyulam. Produk
batik dan sulam dipamerkan secara khusus di Ruang Galeri. Sedangkan produk
dari kegiatan melukis ditindak lanjuti dengan mengadakan pameran. Dalam menyelenggarakan sekolah yang inklusif, pembelajaran di kelas
sudah didukung dengan teknologi asistif dan media pembelajaran yang relevan
sesuai kebutuhan peserta didik, sebagai contoh penggunaan jadwal visual dan work
system untuk peserta didik autis. SABK Bhakti Luhur juga
dilengkapi dengan kegiatan pengembangan kompensatoris yang dilaksanakan di
kelas seperti bina diri dan/atau di ruang-ruang terapi yang tersedia seperti
ruang sensori motorik, ruang Snoezellen, ruang fisioterapi, ruang low vision
dan ruang pengembangan anak usia dini. Selain itu, Terdapat pula bengkel
Kursi Roda di SABK Bhakti Luhur untuk memfasilitasi renovasi kursi roda.
Menurut tim jurusan PLB, lingkungan SABK Bhakti Luhur
sudah asri dan cukup aksesibel dengan tersedianya guiding block dan ram
untuk pengguna kursi roda meskipun belum tersedia di seluruh gedung dan asrama
serta kantin cukup representatif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ujung dari kegiatan survei ini, tim jurusan PLB UNESA
bersama kepala sekolah SABK Bhakti Luhur sepakat bahwa mahasiswa jurusan PLB
UNESA dapat melakukan internship (magang) dan KKN di SABK Bhakti Luhur
khususnya bagi mahasiswa yang memilih peminatan anak tunagrahita dan autis.
Namun SABK Bhakti Luhur tidak dapat menyediakan akomodasi. Sehingga Mahasiswa disilahkan
mencari akomodasi di luar lingkungan sekolah. Dan yang menjadi syarat utama Mahasiswa
wajib sudah melakukan divaksinasi dua dosis untuk dapat mengikuti internship
dan KKN di SABK Bhakti Luhur.