The Evaluation of Field Experience Program in Special Education Department: Pedagogy Competence of Master Students

Program Pengalaman Lapangan (PPL) dalam program magister Pendidikan Khusus merupakan mata kuliah inti yang dirancang untuk membentuk kompetensi dan pengalaman mengajar calon pendidik. PPL adalah serangkaian kegiatan yang mencakup latihan mengajar dan pelatihan di luar pengajaran untuk membangun kompetensi profesional. Program ini bertujuan mencetak calon pendidik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan pola perilaku yang sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan profesi pendidik. Standar tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Indonesia Nomor 16 Tahun 2007, yang mencakup empat kompetensi utama: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dalam pelaksanaannya, PPL mengintegrasikan keempat kompetensi tersebut untuk mendukung kinerja guru. Calon pendidik dipersiapkan agar mampu melaksanakan pendidikan baik di sekolah maupun luar sekolah dengan nilai-nilai profesionalisme. Program ini juga mendukung amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, yang menekankan pentingnya kompetensi lulusan untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
Program PPL memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk mengenali dan mengasah keterampilan mengajar melalui serangkaian kegiatan praktik di kelas, sekolah, dan masyarakat. Pada tahun 2014 dan 2015, kegiatan PPL mencakup praktik mengajar, administrasi pendidikan, serta aktivitas ekstrakurikuler seperti membantu anak-anak belajar di asrama dan mendukung orientasi belajar. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah. Selain itu, PPL juga membantu membangun jaringan yang berguna bagi mahasiswa sebagai tenaga pendidikan di masa depan. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa dapat mengamati, mengenali, dan melatih semua kompetensi yang dibutuhkan seorang guru atau dosen. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi mahasiswa untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga akademik, baik dalam maupun di luar kelas.
Evaluasi program PPL dilakukan untuk mengetahui efektivitas program dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa program magister Pendidikan Khusus Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Penelitian ini menggunakan desain evaluatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, merujuk pada evaluasi Cronbach yang menekankan pada reorientasi kebijakan program. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner untuk tutor pengajar, sementara data kualitatif berasal dari tanggapan mahasiswa terkait persiapan program, kinerja pembimbing, dosen, dan fasilitas pendukung pembelajaran. Penelitian berlangsung selama delapan bulan pada tahun 2016, dengan melibatkan mahasiswa angkatan 2014 dan 2015. Proses evaluasi meliputi penyusunan instrumen, pengumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi. Dengan pendekatan ini, penelitian bertujuan memastikan bahwa PPL berjalan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan dan mampu mendukung kebutuhan mahasiswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik mahasiswa magister Pendidikan Khusus UNESA pada pelaksanaan PPL sangat efektif. Penilaian rata-rata kinerja mahasiswa menunjukkan skor 4,4, terutama pada aspek pemahaman karakteristik siswa, penggunaan media pembelajaran, dan refleksi hasil evaluasi. Aspek-aspek tersebut merupakan indikator yang merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Indonesia Nomor 16 Tahun 2007. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya mengajar di satu kelas, tetapi juga menggunakan model kelas berpindah untuk meningkatkan pengalaman mereka. Evaluasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menerapkan teori ke dalam praktik dengan efektif, termasuk dalam membangun hubungan sosial dengan siswa. Program ini juga memberikan wawasan baru kepada mahasiswa tentang tantangan dan solusi dalam pendidikan inklusif.
Program PPL dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi profesional dengan pendekatan yang holistik. Mahasiswa dilatih untuk mengintegrasikan pengetahuan baru dengan informasi yang sudah ada melalui proses pembelajaran konstruktivis. Pendekatan ini sesuai dengan teori Vygotsky, yang menekankan pentingnya pembelajaran bermakna dalam membangun pemahaman konsep dasar. Dalam hal ini, mahasiswa diharapkan mampu memecahkan masalah yang kompleks dengan menganalisis dan mengevaluasi situasi di kelas. Penelitian ini juga menekankan pentingnya evaluasi internal sebagai kebijakan universitas untuk memastikan pencapaian tujuan pembelajaran. Evaluasi ini dilakukan untuk mendorong budaya organisasi berbasis dedikasi dan pencapaian anggota universitas. Dengan demikian, program PPL menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di pendidikan tinggi.
Mahasiswa yang mengikuti PPL mendapatkan berbagai manfaat, termasuk pengalaman mengajar, pengembangan keterampilan, dan penguatan nilai-nilai profesionalisme. Selain itu, program ini juga memberikan mahasiswa kesempatan untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kemampuan kerja sama. Kegiatan PPL tidak hanya terbatas pada pengajaran di kelas tetapi juga mencakup aktivitas non-kurikuler, seperti membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dengan cara ini, mahasiswa memperoleh wawasan luas tentang peran pendidik dalam mendukung pendidikan inklusif. Penelitian ini menyoroti pentingnya pembimbing, dosen, dan tutor pengajar dalam mendukung keberhasilan program. Dukungan yang memadai dari para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mencapai tujuan PPL yang efektif.
Secara keseluruhan, pelaksanaan PPL pada mahasiswa magister Pendidikan Khusus UNESA terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Program ini memberikan pengalaman langsung yang memperkaya pemahaman mahasiswa tentang tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mencapai standar kompetensi yang ditetapkan, baik dalam aspek pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa PPL merupakan komponen penting dalam mempersiapkan pendidik yang profesional dan kompeten. Dengan dukungan berkelanjutan dari institusi pendidikan, PPL dapat menjadi model pengembangan kompetensi yang efektif bagi calon pendidik di Indonesia.
A Journal by: Asri Wijiastuti