4 BEST FRIEND VS KRAKEN
Pada suatu hari pada musim panas di dunia Celestial, ada seorang pemuda yang berusia 18 tahun bernama Rio, ia sedang menunggu teman-temannya untuk datang menjemputnya. Tak lama kemudian, datanglah teman-temannya yang bernama Rina, Erika, dan juga Edward. Dikarenakan mereka sedang liburan Musim panas, Mereka berempat berencana untuk pergi liburan ke pantai Octopus. Singkat cerita, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, mereka akhirnya sampai di pantai Octopus. Pantai Octopus adalah pantai yang sangat bersih dan juga indah, selain itu, pantai Octopus memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pantai-pantai yang lainnya. Keunikan tersebut adalah dikarenakan adanya teknologi yang sangat maju di area pantai Octopus, contohnya yaitu adanya sinar infrared yang selalu mengawasi keamanan pantai Octopus, apabila terdapat keganjilan di dalam laut maupun ada kejadian yang tidak terduga, maka pengawas pantai akan segera mengetahuinya. Selain itu, di pantai tersebut terdapat sihir alam yang sangat dahsyat yang membuat Namun sinar tersebut tidak dapat dilihat langsung oleh mata telanjang manusia, sehingga tidak mengganggu para pengunjung pantai tersebut. Suasana pantai terasa tenang dan damai ketika Rio, Rina, Erika, dan Edward sedang prepare barang-barang mereka untuk bersantai. Seperti tikar, payung, makanan ringan, dan juga mainan untuk bermain pasir-pasir an. Angin pantai bertiup lembut, dan riak ombak tampak tenang dari pesisir pantai. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba layar monitor di pos pengawas mengeluarkan sinyal peringatan yaitu pola pantulan sinyal infrared menunjukkan anomali yang bergerak masif di bawah permukaan laut, tepat di tengah-tengah lepas pantai. Setelah itu, petugas pengawas pantai segera mengeluarkan protokol darurat. Sistem drone di permukaan dan sonar otomatis diaktifkan untuk memetakan sumber anomali, sementara petugas lainnya melalui pengeras suara meminta pengunjung menjauh ke zona aman. Gelombang panik singkat mulai menyebar, tetapi koordinasi antar sesama petugas dan informasi yang tercatat pada sistem infrared membantu menenangkan situasi. Di tengah proses itu, dari dasar laut muncul sebuah sosok besar, tentakel demi tentakel yang menjulang, membentuk bayangan raksasa di atas permukaan laut. Kejadian tersebut mengkonfirmasi apa yang sebelumnya hanyalah data anomali, ternyata adalah seekor makhluk laut berukuran luar biasa, yang pada mitologi dikenal sebagai kraken, telah muncul ke permukaan. Kepanikan segera berubah menjadi usaha yang terorganisir, ketika petugas pantai yang memegang kendali operasi menugaskan beberapa personel untuk mengatur evakuasi dan menempatkan penghalang demi menjaga jarak antara Kraken dan kerumunan pengunjung. Ketika tentakel-tentakel raksasa kraken mengangkat air laut hingga menciptakan
ombak besar yang mengancam pesisir, membuat suasana pantai Octopus yang semula damai berubah menjadi medan pertempuran.
Dalam kekacauan itu, Rio, Rina, Erika, dan Edward berdiri berhadapan dengan makhluk laut tersebut, saling menatap dengan tekad yang sama untuk melindungi orang-orang di sekitar mereka. Edward terlebih dahulu mengangkat kedua tangannya, memanipulasi air laut menjadi pusaran besar yang menahan serangan tentakel dan menciptakan dinding air untuk melindungi warga, sementara Erika memanggil kekuatan angin, mengubah hembusan lembut menjadi pusaran tajam yang menebas percikan air dan mendorong tentakel-tentakel menjauh dari pantai. Di belakang mereka, Rina dengan penuh ketenangan memberikan dukungan dengan sihir penyembuhannya, yang dapat menyembuhkan luka-luka yang dialami oleh teman temannya serta memulihkan energi mereka agar tetap kuat menghadapi tekanan besar dari serangan bertubi-tubi Kraken. Melihat celah yang tercipta berkat kerja sama mereka, Rio menutup matanya sejenak, mempersiapkan sihir dari sihir apinya yang dikombinasikan dengan sihir cahaya suci di dalam tubuhnya, lalu dengan teriakan lantang ia meluncur ke depan, kemudian memusatkan seluruh kekuatannya dalam jurus pamungkas “EXPLOSIVE BLAZING STUB”, sebuah ledakan api dan cahaya yang menembus udara, memecah ombak, dan menghantam pusat tubuh kraken hingga makhluk itu kembali ke habitat asalnya. Setelah pertempuran usai, keempat sahabat itu berdiri terengah-engah, saling menatap dan tersenyum lega sementara para pengunjung pantai bertepuk tangan dan bersorak bahagia atas kemenangan mereka
MORAL VALUE
Dalam cerita, Rio, Rina, Erika, dan Edward menunjukkan kekompakan luar biasa saat menghadapi ancaman kraken. Mereka saling mendukung, bekerja sama, dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi melindungi orang lain. Hal ini menggambarkan nilai Persatuan Indonesia, di mana kekuatan sejati muncul saat semua bersatu menghadapi tantangan dengan tujuan yang sama. Selain itu, tindakan petugas pantai yang sigap mengatur evakuasi, serta koordinasi yang terjalin antara para pahlawan dan pihak pengawas menunjukkan penerapan musyawarah dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan sebagaimana tercermin dalam sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Keseluruhan cerita menegaskan bahwa dengan persatuan, kerja sama, dan kepemimpinan yang bijak, setiap masalah besar dapat diatasi bersama secara damai dan teratur.
25080694006 - Dzaki Ramdhani Permana Saputra