Bhinneka Tunggal Ika: Merayakan Perbedaan, Menyatukan Dunia
Dunia kita sekarang ini seperti sebuah taman besar di mana setiap orang bisa tumbuh dan berkembang dengan caranya masing-masing. Tak ada yang benar-benar sama di sini; segalanya pasti punya perbedaan. Perbedaan itu muncul di antara manusia, mulai dari latar belakang, pengalaman hidup, sampai hal-hal kecil seperti selera musik atau makanan favorit. Setiap orang punya cerita unik yang membentuk siapa dirinya.
Cerita-cerita berbeda itu lah yang menciptakan keberagaman di bumi ini. Keberagaman seharusnya kita syukuri dan hargai, bukan malah dijadikan alasan untuk bertengkar. Ada banyak bentuk keberagaman, seperti warna kulit, bahasa yang digunakan, bentuk tubuh, pandangan hidup, adat istiadat, dan masih banyak lagi. Semua itu membuat setiap individu istimewa. Sayangnya, sering kali perbedaan ini disalahgunakan sebagai bahan untuk membeda-bedakan, memusuhi, ataubahkan menindas satu sama lain. Padahal, yang seharusnya kita tekankan dari keberagaman adalah bagaimana ia bisa menyatukan kita semua.
Di sinilah konsep inklusivitas masuk. Inklusivitas adalah ide di mana semua orang dilibatkan tanpa pandang suku, ras, agama, kebiasaan budaya, warna kulit, penampilan fisik, atau jenis kelamin. Konsep ini hadir untuk menerima siapa saja tanpa diskriminasi atau batasan apa pun. Inklusivitas menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang. Di Indonesia, konsep ini tercermin dalam semboyan nasional kita, “Bhinneka Tunggal Ika”, yang artinya “Berbeda-bedatetapi tetap satu jua”.
Nilai-nilai ini sudah menjadi perekat bagi masyarakat Indonesia selama lebih dari 80 tahun. Banyak yang tidak sadar bahwa nilai ini sudah tertanam dalam keseharian kita, menunjukkan bahwa bangsa ini sejak dulu sudah memeluk inklusivitas. Contohnya, semangat “gotong royong” di mana orang-orang saling bantu tanpa memandang asal-usul. Begitu pula dalam pendidikan, di mana sistem penerimaan siswa mewajibkan sekolah untuk menerima murid dari berbagai latarbelakang, termasuk mereka yang punya kebutuhan khusus. Dari situ, kita bisa lihat bahwa inklusivitas adalah cara menghormati perbedaan, dan ini selaras dengan jiwa bangsa Indonesia. Meski belum sempurna dalam pelaksanaannya, harapannya persatuan ini tetap terjaga. Mari kita wujudkan “Bhinneka Tunggal Ika” agar nilai ini menyebar luas ke seluruh dunia, dan membuktikan bahwa Indonesia sudah lama memegang teguh inklusivitas sebagai teladan bagi negara lain. Dari kita untuk semua, tanpa memandang perbedaan.
Oleh: Helmi Mukhlis Hidayatullah – 24010044083