Teknologi sebagai Jalan Baru Menuju Pendidikan yang Inklusif
Kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan telah membawa perubahan besar dalam cara sekolah memahami dan menerapkan prinsip inklusi. Jika dahulu inklusi sering diartikan sebagai upaya menghadirkan siswa berkebutuhan khusus dalam satu ruang kelas bersama siswa yang lain, kini teknologi memperluas maknanya menjadi kemampuan memberikan pengalaman belajar yang sesuai bagi setiap individu. Teknologi tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai ruang yang menyediakan kesempatan belajar yang lebih terbuka bagi semua.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat digital mampu membantu siswa dengan kebutuhan yang berbeda untuk mengakses dan memahami materi pelajaran. Aplikasi pembaca layar, text-to-speech, perangkat Braille elektronik, dan platform belajar yang dapat menyesuaikan tingkat kesulitan, memberikan dukungan signifikan bagi siswa dengan hambatan sensorik maupun kesulitan belajar. Studi mengenai penggunaan teknologi di sekolah inklusif di Indonesia mengungkapkan bahwa media digital meningkatkan motivasi, memudahkan guru melakukan pembelajaran berdiferensiasi, serta memperbesar peluang siswa untuk terlibat dalam kegiatan kelas. Teknologi, dalam hal ini, menjadi sarana yang membuat siswa dapat belajar tanpa harus merasa terbatas oleh perbedaan kondisi yang mereka miliki.
Contoh nyata dari praktik lapangan juga memperjelas manfaat tersebut. Di sejumlah sekolah, siswa tunanetra mulai menggunakan perangkat lunak pembaca layar untuk mengakses buku digital dan menyelesaikan penilaian mandiri. Siswa dengan disleksia memanfaatkan fitur dikte suara untuk menyelesaikan tugas tulis yang sebelumnya sulit mereka kerjakan. Bahkan di wilayah terpencil, pembelajaran daring dan modul digital memungkinkan siswa dengan keterbatasan mobilitas tetap mengikuti pelajaran. Kehadiran teknologi membuka akses yang sebelumnya tertutup, seakan membuka pintu baru menuju proses belajar yang lebih setara.
Prinsip Universal Design for Learning (UDL) memberikan landasan teoretis bahwa materi pembelajaran harus dirancang untuk dapat diakses berbagai karakteristik peserta didik
sejak awal. Teknologi mendukung prinsip ini melalui penyediaan beragam cara belajar: teks, gambar, audio, simulasi, rekaman, forum interaktif, dan bentuk ekspresi lainnya. Dengan demikian, teknologi membantu menciptakan kelas yang benar-benar menerima keragaman, bukan hanya menampung siswa dalam satu ruang.
Namun, refleksi mengenai peran teknologi juga harus mencakup hambatan yang ada di lapangan. Keterbatasan fasilitas, akses internet yang belum merata, serta kesiapan guru dalam memanfaatkan perangkat digital menjadi tantangan utama. Beberapa artikel akademik mencatat bahwa kesenjangan digital dapat membuat sekolah-sekolah tertentu tertinggal dalam menerapkan pembelajaran inklusif berbasis teknologi. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh dukungan kebijakan, pemerataan sarana, dan pembangunan kapasitas guru.
Selain itu, perlu ada perhatian agar penggunaan teknologi tidak menandai siswa tertentu secara negatif. Teknologi bantu harus menjadi bagian dari praktik belajar yang alami, bukan simbol perbedaan. Hanya dengan cara demikian, inklusi dapat berjalan utuh—tidak sekadar secara administratif, tetapi juga secara emosional dan pedagogis.
Secara keseluruhan, teknologi membawa peluang besar untuk memperkuat pelaksanaan pendidikan inklusif. Meski bukan jawaban tunggal, teknologi dapat menjadi sarana yang membuka ruang bagi setiap siswa untuk belajar dengan caranya sendiri. Dengan dukungan infrastruktur, pelatihan, dan kebijakan yang berpihak, teknologi dapat mengantar sekolah menuju praktik inklusi yang lebih nyata dan bermakna bagi semua peserta didik.
Daftar Jurnal/Artikel Resmi
1. Implementasi Penggunaan Teknologi Digital sebagai Media Pembelajaran pada Pendidikan Inklusi di Indonesia. Educatio Journal, Universitas Majalengka. https://ejournal.unma.ac.id/index.php/educatio/article/view/8586
2. Meningkatkan Kualitas Belajar melalui Teknologi sebagai Media Pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Duta Bangsa.
https://ejournal.unsuda.ac.id/index.php/MPI/article/view/1512
3. Technologies in Inclusive Education: Solution or Challenge? A Systematic Review. MDPI – Education Sciences.
https://www.mdpi.com/2227-7102/15/6/715
4. Model Pendidikan Inklusif Berbasis Teknologi untuk Memperkuat Akses Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Daerah 3T. Jendela Pendidikan, Universitas Gresik. https://journal.unigres.ac.id/index.php/JendelaPendidikan/article/view/3153
5. Penerapan Teknologi dalam Pendidikan Inklusif: Tantangan dan Solusi. Jurnal Pendidikan, STIT Raden Wijaya.
https://jurnal.stitradenwijaya.ac.id/index.php/pgr/article/view/454
6. Infrastruktur dan Tantangan Implementasi Teknologi dalam Pembelajaran Inklusif. Electronic Education Journal, Universitas Palangka Raya.
https://e-journal.upr.ac.id/index.php/eej/article/view/18956
Handha Lutfi Valerino - 25010024046