Doa di Tengah Banjir
Pada suatu tempat, tepatnya di desa Budi, kabupaten Rizkii ada seorang anak usia 10 tahun yang bernama Akbar. Dia dikenal sebagai sosok yang selalu ceria, pantang menyerah, suka menolong, serta taat beribadah. Sebagai pelajar, dia selalu mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan baik dan mengikuti seluruh kegiatan sekolah dengan menaati peraturan yang ada.
Suatu hari, awan yang mendung mulai menutupi langit, hujan turun tanpa henti. Selama tiga hari di Desa Budi, air mulai naik ke jalan, lalu masuk ke rumah-rumah. Banyak warga panik karena takut banjir makin besar.
Di sebuah rumah kecil, tinggal Akbar dan ibunya. Ayahnya sudah meninggal sejak lama. Saat air mulai masuk ke dalam rumah, ibunya berusaha menyelamatkan barang-barang. “Akbar, bantu Ibu angkat karung beras ke atas meja, ya,” kata ibunya cemas. “Iya, Bu,” jawab Akbar sambil berlari.
Malamnya, listrik padam. Rumah jadi gelap, hanya ada cahaya lilin. Air sudah sampai di ruang tamu. Suara hujan dan petir membuat suasana makin menegangkan. Tapi Akbar tidak menangis. Ia duduk di dekat ibunya, lalu berdoa pelan. “Ya Allah, tolong hentikan hujan ini. Lindungi kami dan semua orang di desa,” katanya lirih. Ibunya melihat Akbar yang berdoa dengan tenang. Hatinya ikut merasa damai. Mereka berdua lalu berdoa bersama di tengah gelapnya malam.
Keesokan harinya, hujan berhenti. Matahari muncul perlahan. Warga keluar dari rumah masing-masing dengan wajah lega. Mereka mulai membersihkan lumpur dan mengeringkan barang-barang yang basah. Pak Lurah datang menghampiri Akbar. “Akbar, kamu tadi malam ngapain waktu banjir?” tanya Pak Lurah. “Saya berdoa, Pak. Kata Ibu, kalau kita takut, jangan marah pada hujan. Lebih baik kita berdoa supaya hati tenang,” jawab Akbar dengan polos.Pak Lurah tersenyum dan menepuk bahunya. “Kamu benar sekali, Nak. Tuhan selalu mendengar doa orang yang tulus.”
Sejak saat itu, warga Desa Sukamaju jadi lebih tenang setiap hujan datang. Mereka tidak saling menyalahkan lagi. Setiap kali bencana datang, mereka berkumpul di mushola untuk
berdoa bersama. Akbar menjadi contoh bagi banyak orang. Meskipun masih kecil, ia mengajarkan bahwa doa bisa menenangkan hati dan memberi kekuatan saat kita takut.
Pesan moral yang dapat kita ambil adalah kita harus percaya dan berserah kepada Tuhan dalam setiap keadaan. Selain itu, hendaknya kita jangan panik saat menghadapi musibah, dan selalu berdoa meminta petunjuk dan berusaha dengan tulus hati.
Akbar - 25080694058