EMPAT PERI DAN DAUN SEMANGGI
Jauh dari dunia manusia, di hutan paling dalam, muncul sinar-sinar kecil. Mereka adalah peri, makhluk kecil seperti manusia yang memiliki sayap transparan. Dalam hutan itu, tinggalah empat kawan peri. Lila si cantik, Reno si kuat, Selly si kreatif dan Bubu si kecil. Setiap peri memiliki bakatnya sendiri. Sayangnya, Bubu si kecil tidak mengetahui bakatnya. Bubu sering bersedih melihat teman-temannya dengan riang menampilkan bakatnya dan membantu peri-peri lain, sedangkan ia hanya bisa duduk meringkuk memeluk sayap kecilnya. Menyadari hal itu, kawan-kawannya segera menyemangati Bubu.
“Bubu kenapa kamu hanya duduk dan bersedih? bukankah ini hari yang cerah?” Ujar Lila. Bubu mengangkat kepalanya dan menjawab dengan nada sedih “Maafkan aku, aku sebenarnya, aku iri melihat kalian tampil dengan bakat-bakat yang luar biasa, sedangkan aku bahkan tidak mengetahui bakatku”. Serentak, semua terdiam dan memandang dengan sedih, tidak lama Selly memecah keheningan “Ah! aku ingat ada cerita tentang daun semanggi emas yang bisa mengabulkan permintaan! Bagaimana kalau kita mencari daun semanggi itu untuk Bubu?”. Dengan ujaran tersebut, keempat kawan itu sepakat mencari daun semanggi emas.
Perjalanan mereka dimulai dengan masuk ke sebuah ruangan yang penuh dengan tumbuhan menjalar. Dan di ujung ruangan itu terdapat simbol berupa daun, bunga dan buah. “Ah! Puzzle apa lagi ini!” Kata Lila kesal. “Sepertinya kita harus mencari item untuk membuka pintu itu” Ujar Selly. “tapi, disini ada banyak sekali dedaunan dan tumbuhan, bagaimana kita tahu apa yang diperlukan?” lanjut Selly. “Itu mudah” sahut Bubu, “lihat, simbol daun di pintu itu punya ciri yang runcing seperti daun bunga sepatu, lalu bunganya terlihat panjang seperti bunga anggrek, dan buahnya bulat sempurna seperti jeruk nipis” Melalui analisis Bubu, keempat kawan itu langsung mencari tanaman tersebut, dan saat diserahkan, pintu terbuka dan daun semanggi emas berada ditengah. Mereka bersorak girang karena telah berhasil mencapai tujuan mereka.
“Bubu ayo lekas buat permohonanmu!” Kata Lila. Bubu terdiam sejenak, “Terima kasih tapi sepertinya aku tidak membutuhkannya lagi” Kata Bubu. “Eh? kenapa? bukannya kamu ingin tahu apa bakatmu?” Tanya Reno. “Betul awalnya memang seperti itu, tapi aku sudah merasa menemukan bakatku, yaitu merawat tanaman”. “Selamat ya Bubu!” Jawab Reno. “Tapi… apa yang harus kita lakukan dengan daun semanggi ini?”. Keempat peri itu
terdiam sejenak, berpikir dan salin mengajukan saran. “Karena daun semanggi emas memiliki empat daun, bagaimana kalau kita masing-masing membuat permintaan!” Saran Lila. Keempat peri itu akhirnya setuju dengan saran Lila dan membuat permohonan masing-masing. Akhirnya mereka meninggalkan tempat semanggi daun emas itu. Namun, cerita ini tidak akan dimulai tanpa semanggi daun emas, terimakasih semanggi daun emas! Nilai pancasila yang diambil: Gotong royong (sila ke-4) dan saling tolong menolong (sila ke-2)
Reshita Fire D’Zadiquta Sumali - 25080694091