Inklusi Bukan Sekadar Integrasi: Menafsir Ulang Makna Pendidikan yang Adil untuk Semua
Inklusi didefinisikan sebagai “sebuah proses reformasi sistemik yang mencakup perubahan
dan modifikasi dalam konten, metode pengajaran, pendekatan, struktur, dan strategi
pendidikan untuk mengatasi hambatan dalam rangka memberikan seluruh peserta didik pada
rentang usia yang relevan pengalaman serta lingkungan belajar yang adil dan partisipatif,
yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.”
Komponen Kunci Inklusi Sejati:
a. Reformasi sistemik: Mengubah seluruh sistem pendidikan – tidak lagi ada pemisahan
antara “pendidikan umum” dan “pendidikan khusus.”
b. Adil (equitable): Perlakuan yang adil, bukan perlakuan yang sama – memberikan
lebih banyak dukungan bagi yang memiliki lebih sedikit akses.
c. Partisipatif: Peserta didik memiliki suara dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
d. Berdasarkan kebutuhan (requirements-based): Peserta didik memiliki hak, bukan
sekadar kebutuhan (menghindari bahasa yang berorientasi pada kekurangan).
e. Kurikulum tingkat kelas: Pengajaran berkualitas yang dapat diakses oleh semua
peserta didik bersama teman sebayanya.
Apa yang Bukan Termasuk Inklusi:
1. Integrasi
Menempatkan peserta didik dengan disabilitas di sekolah umum yang sudah ada, di mana
peserta didik harus menyesuaikan diri dengan persyaratan yang telah distandarkan Praktik
sekolah di Australia saat ini sebagian besar masih berbasis integrasi, bukan inklusi. Peserta
didik diharapkan menyesuaikan diri dengan sistem yang tidak berubah.
2. Segregasi
Pendidikan disediakan di lingkungan terpisah bagi peserta didik dengan disabilitas.
Mengisolasi mereka dari peserta didik tanpa disabilitas. Sekolah luar biasa dan unit
pendidikan khusus termasuk dalam kategori ini.
3. Eksklusi
Peserta didik secara langsung atau tidak langsung dicegah atau ditolak aksesnya terhadap
pendidikan. Dapat berupa skorsing, pembatasan jam belajar, sekolah di rumah, atau putus
sekolah dini.
4. Pendidikan Arus Utama (Mainstream Education)
“Struktur pendidikan yang dibangun untuk sebagian besar (tetapi tidak semua) peserta didik.”
“Arus utama bukan sinonim atau bentuk pendidikan inklusif.” Penulis menekankan bahwa
“pendidikan arus utama masih menjadi mode de facto” dan justru “menjadi masalah.”
Perbedaan Kritis: Bab ini menekankan bahwa integrasi adalah model yang paling sering
disalahartikan sebagai inklusi.
Chapter 2 : What Inclusion and what is it not?
Definisi menurut General Comment No. 4 (GC4):
Rajwa Naila Ar_24010044013