Kancil dan Burung Merak yang Sombong
Di sebuah hutan yang damai, hiduplah seekor burung Merak yang baru saja datang. Bulu-bulunya sangat indah dan berwarna-warni. Ketika ia berjalan, semua hewan menatap kagum. Namun, lama-lama si Merak jadi sombong. Ia suka berlenggak-lenggok sambil membusungkan dada, memamerkan bulu ekornya.
“Tidak ada yang lebih indah dariku di hutan ini!” katanya dengan angkuh. Ia bahkan mengejek hewan lain,
“Kelinci, telingamu panjang tapi tak ada gunanya! Kancil, kamu kecil dan tak seindah aku!”
Semua hewan pun merasa kesal. Tapi si Kancil yang terkenal cerdik hanya tersenyum.
“Ah, biarkan saja. Sombong tidak akan bertahan lama,” pikirnya.
Suatu hari, Kancil mendengar kabar ada pemburu yang mencari burung paling indah di hutan. Kancil mendapat ide. Ia segera menemui si Merak.
“Merak! Aku dengar pemburu sedang mencari hewan dengan bulu paling indah. Pasti kamu yang dicari!” kata Kancil dengan nada serius.
Merak langsung panik. “A-Apa?! Aku harus sembunyi! Di mana aku aman?”
Kancil menjawab, “Kamu cepat sembunyi di balik lumpur supaya pemburu tidak melihat bulumu!”
Tanpa pikir panjang, Merak pun terbang ke rawa dan berguling di lumpur sampai bulu-bulunya kotor semua. Ketika pemburu datang, ia tidak melihat Merak yang indah hanya seekor burung kotor berlumpur. Setelah pemburu pergi, semua hewan tertawa. Merak malu bukan main. Ia sadar kalau kesombongannya hanya membuatnya terlihat bodoh. Sejak hariitu, Merak tidak lagi sombong. Ia belajar rendah hati dan menghargai teman-temannya. Cerita ini mengajarkan supaya kita baik hati, tidak sombong, dan menghargai teman, sama seperti ajaran sila kedua Pancasila.
Referensi
Rompies, J. K. (2025, April 1). Dongeng fabel anak: Kancil dan burung merak yang sombong. Popmama. https://www.popmama.com/kid/4-5-years-old/dongeng-fabel-anak-kancil-dan-burung-merak-yang-sombong-00-gjmqj-17m88d
Devina Nur Aliffia - 25080694181