Kebersamaan di Meja Makan
Turunnya rintik-rintik air hujan, membuat udara di malam hari terasa sangat sejuk. Di suatu rumah terdapat seorang Ibu yang sedang memasak makan malam untuk keluarga kecilnya. “Anak-anak, ayo turun! Ibu sudah masak untuk makan malam, kita makan sama-sama,” teriak ibu, sembari menghidangkan makanan. Romi dan Anggi pun turun bersama-sama untuk pergi ke ruang makan. “Wah, wangi sekali masakan Ibu” ucap Romi. “Ayo cepat duduk, kita makan bersama, makan yang banyak!”, Ibu berkata sambil menuangkan nasi ke piring Romi dan Anggi. “Ibu nasi Anggi kok banyak sekali sih bu, nanti ga habis bu,” ucap anggi dengan nada memprotes. “Gapapa biar kenyang, makan yang banyak.” ucap Ibu.
Keluarga kecil itu mulai makan dengan penuh ketenangan, tiba tiba Ayah memulai pembicaraan “Abang sama Anggi gimana sekolahnya? Lancar?”. “Lancar kok yah, abang kemarin ada kuis dadakan, syukurnya abang dapat nilai yang tinggi yah di kuis itu,” ucap Romi menceritakan kegiatannya di sekolah. “Wah abang keren sekali, ayah bangga, pertahankan dan terus tingkatkan ya bang. Kalo Anggi gimana sekolahnya?”, “Tugas Anggi banyak sekali yah, tugas-tugas pada menumpuk, Anggi sampe bingung yang mana yang harus Anggi kerjakan duluan,” ucap Anggi dengan nada murung.
“Gi, kalo tugasmu banyak banget dan kamu bingung harus mulai dari mana, coba kamu lihat deh tugas-tugas mu itu, mana tugas yang harus segera kamu kumpulkan atau tugas yang paling mudah yang bisa dikerjakan, coba mulai dari tugas-tugas itu dulu dan bikin daftar-daftar tugasnya,” ucap Romi, setelah itu kembali menyuapkan nasi ke mulutnya. “Betul kata abang, kamu juga harus bisa membagi waktumu. Kalo sudah cape, istirahat sebentar jangan kamu paksain,” Ucap ibu. Anggi mengangguk “Iya, setelah makan, Anggi mau lanjutin tugas Anggi,” Ayah pun menanggapi, “Yang penting kamu harus tetap semangat, kerjakan pelan-pelan tugasmu, kalo kamu bingung bisa tanya dan minta bantuan sama abang kamu. Ayah, ibu dan bang Romi akan selalu support dan bantu
kamu.” Anggi pun tersenyum “Terima kasih ayah, ibu, dan abang.” Mereka pun kembali melanjutkan makan malam.
“Oh iya bu, ibu besok masak apa,” Anggi bertanya. “Ibu masih bingung mau masak apa buat besok, kalian ada saran ga buat menu makanan besok?” Ibu kembali bertanya. “Tumis labu siam pake udang, bu,” Romi menjawab. “Anggi mau ayam goreng ketumbar bu! Tadi ada lewat di beranda Instagram, kayaknya enak deh bu” Anggi berucap dengan penuh keantusiasan. Ibu yang mendengar keantusiasan itu pun tertawa, “Oke-oke besok ibu buatkan tumis labu siam pake udang dan ayam goreng ketumbar untuk kalian ya.”
Pada cerita ini terkandung nilai Pancasila, sila ke 4 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Tercermin dari sikap keluarga yang berdiskusi bersama, lalu memberi ruang untuk berbicara, menyampaikan pendapat, saling mendengarkan dan memberikan solusi atas masalah. Lalu terkandung juga nilai pancasila, sila ke 2 Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Nilai ini didasarkan atas sikap saling peduli dan memberikan dukungan kepada keluarga.
Carissa Olivia Nareswari - 25080694099