Makna Pendidikan Khusus dalam Konteks Pendidikan Inklusif
Pendidikan inklusif muncul dari keyakinan bahwa semua anak, tanpa memandang
kemampuan, latar belakang, atau kondisi fisik mereka, memiliki hak yang setara untuk belajar
di lingkungan yang menghargai perbedaan. Pemikiran ini sejalan dengan ide yang diungkapkan
oleh Richard M. Gargiulo dalam bukunya yang berjudul Special Education in Contemporary
Society: An Introduction to Exceptionality. Buku ini memberikan pandangan baru bahwa
pendidikan khusus lebih dari sekadar layanan untuk anak-anak berdisabilitas, namun
merupakan sebuah penerapan nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dalam praktik pendidikan
inklusif.
Gargiulo menguraikan bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus bukanlah individu
yang secara mendasar berbeda, melainkan bagian dari keragaman manusia yang perlu
dimengerti dan dihargai. Melalui pendekatan yang mengedepankan manusia, ia mendorong
pendidik untuk melihat anak sebagai individu utuh, bukan semata-mata berdasarkan label atau
kekurangan yang dimiliki. Pandangan ini menjadi dasar penting bagi pendidikan inklusif, di
mana guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan suasana yang
aman, mendukung, dan adil bagi semua siswa.
Dalam rangka pendidikan inklusif, isi dari buku Gargiulo menunjukkan bahwa setiap
anak memiliki potensi yang unik dan dapat berkembang jika mendapatkan peluang dan
dukungan yang sesuai. Konsep Desain Universal untuk Pembelajaran yang dibahas dalam buku
tersebut menekankan pentingnya menciptakan pembelajaran yang fleksibel dan dapat
disesuaikan, sehingga mampu memenuhi berbagai gaya belajar para siswa. Di sinilah
pendidikan khusus berfungsi bukan untuk mengisolasi, melainkan untuk memenuhi kebutuhan
setiap individu agar bisa belajar bersama dalam satu sistem yang inklusif.
Lebih dari sekadar teori, Gargiulo menyajikan kisah nyata dari para guru, orang tua,
dan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Cerita-cerita tersebut menggambarkan
perjuangan dan pencapaian mereka dalam menghadapi stigma serta rintangan dalam
pendidikan. Melalui narasi-narasi tersebut, pembaca diingatkan bahwa pendidikan inklusif
tidak hanya memerlukan penyesuaian kurikulum, tetapi juga perubahan sikap dan
pengembangan empati dalam seluruh komunitas sekolah.
Oleh karena itu, buku Special Education in Contemporary Society menawarkan
pemahaman yang mendalam tentang bagaimana pendidikan khusus menjadi elemen yang tak
terpisahkan dari pendidikan inklusif. Pendidikan yang sesungguhnya bukanlah yang
mengharuskan semua anak harus seragam, melainkan yang mengakui dan merayakan
perbedaan. Inklusivitas bukan sekadar kebijakan, tetapi merupakan cerminan dari nilai
kemanusiaan—bahwa setiap anak, dengan semua keunikan dan keterbatasannya, berhak untuk
tumbuh, belajar, dan dihargai dalam kelas yang sama.
Nama : Afriza Laila Anzani
Nim “ 24010044010
Kelas :2024B