Manusia Dan Iblis
Perang panjang di dunia ekuilibrium. Dimana manusia berperang melawan iblis, pertarungan tak berkesudahan itu akhirnya menemui titik terang setelah munculnya seorang yang di takdirkan oleh ramalan seorang Saint. Sesosok manusia yang menjadi harapan terakhir umat manusia. Bersama Rekan seperjuangan nya mereka berangkat mengalahkan raja iblis.
“Kekuasaan mu sudah berakhir!”.
Ucap pahlawan yang mengarah kan ujung pedangnya tepat di pangkal leher sang raja iblis. Perang antara manusia dan iblis berakhir dengan kemenangan pahlawan yang berhasil menyudutkan sang raja iblis.
“Berapa banyak manusia yang meregang nyawa karena ulahmu hah?, kau tidak pernah tahu bagaimana nasib anak yang di tinggalkan kedua orang tuanya, istri yang menjadi janda setelah kepergian suaminya”.
Ujung pedang sang pahlawan sudah sepersekian milimeter dari leher nya, semakin mendekat bersiap menembus lehernya. Dengan sisa nafas nya, raja iblis menyanggah.
“Heh.. lalu? berapa banyak iblis yang mati karena perbuatan manusia?, kau pikir hanya ras mu yang berhak menderita karena perang ini?, hanya karena bentuk fisik kami mirip monster bukan berarti kami tidak memiliki perasaan, cobalah gunakan akal pikiran manusia mu itu!, lihat lah lebih dekat!, berapa banyak korban di pihak kami?, dengar tangis pilu mereka yang kehilangan sesuatu yang mereka sayangi!”.
Kalimat yang keluar dari mulut raja iblis menyadarkan pahlawan yang sejenak menatap keluar jendela kastil raja iblis. Ia melihat banyaknya bangunan yang hancur, korban berjatuhan dan suara teriakan dan tangis yang menggema. Hati sang pahlawan tertegun sejenak kemudian menarik pedang kembali ke sarungnya. Ia mengulurkan tangan kepada rajaiblis yang segera di tanggapi oleh raja iblis. Di atas menara kastil, Pahlawan berteriak dengan suaranya yang tegas, memecah peperangan yang seketika berhenti. Ia mulai berbicara kepada seluruh iblis dan manusia.
“Aku tahu kalian ingin memperjuangkan ras kalian. Aku tahu kalian ingin melindungi apa yang kalian sayang. Jadi dengarkan, baik manusia maupun iblis memiliki maksud dan tujuan yang sama. Jadi hentikan peperangan ini, sudahi apa yang leluhur kalian mulai. Sungguh semua ini hanya kesia-siaan belaka”.
Pidato singkat itu akhirnya membuka hati kedua belah pihak. membuat pihak manusia mundur kembali ke kerajaan manusia di pimpin pahlawan yang juga memimpin barisan. Sepuluh tahun berlalu. Manusia dan iblis kini bersahabat, tidak ada lagi diskriminasi ras ataupun peperangan terjadi. Hari yang telah usai di kenang tiap tahunnya menjadi harireformasi yang di umumkan sang raja yang baru atau pahlawan yang berdiri tepat di samping raja iblis beberapa bulan setelah masa pemulihan. Kini, seluruh ras mendapat hak yang sama sebagai makhluk yang hidup berdampingan tanpa adanya kebencian maupun rasa takut yang menghantui tiap malamnya.
Muhammad Wahyu Putra Pratama - 25080694143