Maximus, Sang Kuda Penyendiri
Pagi hari ini, sang mentari memutuskan untuk menyinari seekor kuda muda yang bernama Maximus. Maximus merupakan seekor kuda yang kuat, namun ia sering kali merasa bahwa ia tidak sekuat teman-temannya yang memiliki umur yang relatif sama dengannya. Karena sifat tidak percaya dirinya itu, Maximus tidak mampu mencapai kemampuan maksimalnya. Maximus juga sering kali melakukan latihan dengan dirinya sendiri, tanpa bersama teman-temannya. Meskipun Maximus sering kali tidak percaya diri, hal itu tidak menghalanginya untuk bermimpi setinggi-tingginya, yaitu menjadi seekor Kuda Pacu terkuat yang ada di generasinya. Untuk menggapai impiannya ini, Maximus akan mengikuti lomba Pacuan Kuda yang sangat bergengsi untuk umurnya, yaitu Triple Crown.
Saat Maximus berada di lapangan untuk melatih dirinya, ia bertemu dengan teman temannya. Mereka bernama Sonora, Blaze, dan Enigma. Ketiga temannya juga sedang melakukan latihan demi mengikuti lomba yang sangat bergengsi bagi para kuda pacu muda. Namun Maximus tidak menyapa mereka bertiga. Sonora, Blaze, dan Enigma menyadari bahwa Maximus melihat mereka. Karena Sonora, Blaze, dan Enigma merupakan teman yang baik, mereka menghampiri Maximus dengan bertujuan untuk mengajaknya berlatih bersama. Namun sayangnya, Maximus langsung kabur meninggalkan teman-temannya ketika ia menyadari bahwa mereka mendekati dirinya.
Pada saat Maximus Kabur meninggalkan teman-temannya, ia secara tidak sengaja menabrak Eleanor, seekor kuda veteran. Eleanor bertanya-tanya kepada Maximus mengapa ia berlari sangat kencang. Maximus dengan mata yang berkaca-kaca mengatakan hal yang sejujurnya kepada Eleanor. Dengan suaranya yang masih bersedih itu, ia menjelaskan kepada Eleanor bahwa ia tidak ingin menghambat latihan teman-temannya. Ia menyadari bahwa kemampuannya sangat tertinggal jauh dibandingkan dengan teman-temannya. Maximus berpikir jika Ia tetap berlatih bersama mereka, salah satu dari mereka tidak dapat memenangkan Triple Crown karena dirinya.
Enigma, Blaze, dan Sonora tertawa kecil karena ucapan dari Maximus. Maximus terkejut dengan suara tertawa kecil yang dikeluarkan oleh mereka. Enigma menjelaskan kepada Maximus bahwa dirinya bukanlah penghambat bagi mereka. Justru, dengan adanya Maximus yang berlatih bersama, mereka dapat bersatu dan saling membantu satu sama lain jika terdapat suatu masalah atau kesulitan yang dilalui. Mendengar hal tersebut, Maximus merasa
sangat senang hingga ia melompat-lompat. Setelah kejadian tersebut, Maximus selalu berlatih bersama dengan Enigma, Blaze, dan Sonora.
Setelah latihan-latihan yang tak terhitung jumlahnya, lomba bergengsi bagi para pacu kuda muda, Triple Crown telah tiba di hadapan Maximus dan teman-temannya. Ketika start dimulai, mereka berempat memiliki start yang sangat bagus dan meledak-ledak. Namun sayang sekali, ketika berada di pertengahan lintasan, Maximus melambat dan berada di posisi paling terakhir dari para peserta. Maximus tidak mampu mengejar peserta-peserta yang ada di depannya hingga garis akhir.
Setelah Maximus melewati garis akhir, tentu Ia merasa sedih tidak mampu menggapai impiannya untuk memenangkan Triple Crown. Namun Maximus menyadari bahwa ia bisa berada di titik ini karena adanya bantuan yang tulus dari teman-temannya. Maximus secara tidak sadar telah menggapai impian lain yang tidak direncanakan, yaitu mendapatkan teman seperjuangan.
Dari kisah Maximus dan teman-temannya, kita dapat memetik pelajaran berharga dari Sila Ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Awalnya, Maximus percaya bahwa kesuksesan adalah pencapaian individual, dan kekurangan dirinya akan menjadi penghambat bagi orang lain. Namun, Enigma, Blaze, dan Sonora justru mengajarkannya bahwa persatuan bukanlah tentang kesempurnaan setiap individu, melainkan tentang saling mengisi dan memperkuat dalam keragaman kemampuan. Ketika mereka bersatu dan berlatih bersama, mereka membentuk sebuah tim yang kokoh di mana kekuatan satu sama lain saling melengkapi untuk menggapai tujuan yang lebih besar, mengajarkan kita bahwa bersatu dalam perbedaan dan saling mendukung adalah fondasi yang jauh lebih kuat untuk meraih kesuksesan, baik dalam sebuah perlombaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Alvino Farrasy- 25080694138