Mengenal Keberagaman dari Makhluk Misterius
Aglea adalah seorang profesor yang mengajar di Etherfrost Academy di Negara Archentia, yang sedang meneliti Wilayah selatan Archentia. Wilayah selatan Archentia sangat berdekatan dengan Detrocancer, sebutan bagi wilayah yang menjadi inti dari sumber sihir kegelapan. Adanya kekhawatiran bahwa kegelapan dari Detrocancer akan meluas mengakibatkan wilayah selatan jarang ditempati oleh manusia. Namun, di wilayah selatan masih terdapat beberapa ras non manusia yang menghuninya. Hal itu membuat Aglea tertarik untuk melakukan penelitian di wilayah tersebut, khususnya area rawa yang sedikit terdampak oleh Detrocancer di tepi hutan Flowing Marchen. Objek penelitian Aglea adalah makhluk misterius yang bertempat di rawa itu. Banyak laporan mengatakan bahwa manusia yang menjelajahi rawa tersebut selalu berakhir pingsan jauh di luar area rawa. Para korban mengaku melihat makhluk aneh besar berbadan cairan ungu di sana. Laporan ini sering dianggap igauan karena korban selalu ditemukan dalam kondisi tidak sadar. Untuk memecahkan misteri makhluk tersebut, Aglea menyiapkan beberapa perlengkapan, khususnya ramuan menghilang dan ramuan penetral gas berbahaya. Ia mulai mendirikan tenda jauh di luar area rawa dan mulai melakukan investigasinya.
Setelah mengambil beberapa sampel gas dan air rawa, Aglea menemukan rombongan makhluk kecil berbadan cairan ungu tanpa tangan dan kaki. Mereka bergerak dengan melompat-lompat. Beruntung, keberadaan Aglea tidak diketahui berkat cairan menghilang. Makhluk ini berbau sangat menyengat sehingga Aglea hanya bisa memantau dari kejauhan. Bahasa komunikasi mereka hampir sama dengan bahasa Archentia, tetapi setiap kata berakhiran “goo”. Aglea menduga bahwa bahasa asli mereka terdampak oleh bahasa manusia yang pernah menjelajahi rawa. Perilaku makhluk ini sangat unik karena mereka sering kali bersama-sama, baik makan, minum, maupun bermain. Kemampuan paling tidak biasa yang mereka miliki adalah mereka bisa bergabung menjadi makhluk berbadan besar dengan tangan dan kaki. Wujud ini sering kali digunakan untuk mengusir dengan menakuti hewan liar yang
dianggap sebagai ancaman yang masuk ke area rawa atau keluar dari area rawa hanya untuk memetik buah di hutan. Walaupun mereka berpotensi untuk menginvasi, mereka tidak bisa meninggalkan area rawa terlalu lama karena sering kali kehausan dan harus minum air rawa. Mereka sering kali pergi ke tepi selatan rawa dan memakan bangkai burung yang terbang dari wilayah Detrocancer. Walaupun mereka tidak tahu dampaknya, tetapi hal ini dapat mencegah penyebaran kegelapan akibat kontaminasi sihir. Aglea mulai menyimpulkan bahwa mereka termasuk makhluk netral dan tidak berbahaya. Setiap tindakan mereka selalu didasari oleh
kerja sama dan saling peduli. Mereka hanya ingin mempertahankan kebersamaan dan kedamaian mereka. Aglea tersenyum menyadari bahwa meski berbeda wujud, makhluk makhluk itu memahami arti kebersamaan dan persatuan lebih baik daripada manusia. Dalam catatan akhirnya, Aglea menulis bahwa perilaku mereka mencerminkan semangat kemanusiaan dan persatuan.
Muhammad Kevin Irzaqi Fahriansyah - 25080694101