Musyawarah Hewan di Hutan
Di sebuah hutan yang rindang dan sejuk, hiduplah berbagai hewan yang tinggal di dalamnya, mulai dari gajah, singa, kelinci, kancil, burung-burung, dan lainnya. Pada mulanya hidup hewan-hewan damai, tetapi akhir-akhir ini terjadi tidak nyaman atau seperti gelisah. Hal ini karena singa sang “raja hutan” berlaku seenaknya, seperti merebut makanan hewan lain, membuat daerah kekuasaan sesuai kemauannya, dan menindas hewan-hewan kecil yang tidak sebanding dengan singa.
Hari demi hari, singa membuat situasi semakin kacau. Singa menyuruh kepada beberapa hewan bekerja untuknya dengan mencarikan makanan untuknya. Hal ini membuat hewan-hewan lain kesal karena singa hanya membuat perilaku yang menguntungkan kepada dirinya sendiri. Dari hal tersebut, kancil sebagai hewan yang cerdik ingin mengadakan musyawarah di keesokan harinya di bawah pohon rindang besar yang terletak di tengah hutan.
Keesokan harinya, semua hewan berkumpul. Kancil pun memulai musyawarah di tengah-tengah perkumpulan hewan. Berlanjut kepada sesi tukar pendapat, awalnya suasana sangat tegang. Hal ini karena hewan-hewan merasa sangat kesal dengan perilaku yang dilakukan kepada hewan lain dengan seenaknya tanpa peduli dengan apa yang hewan lain rasakan. Kancil tak habis pikir dengan pikirannya yang cerdik. Kancil memiliki ide yaitu singa yang sudah berbuat seenaknya bertukar posisi dengan hewan-hewan lain. Singa mendengar hal tersebut tidak setuju dengan ide yang disampaikan sang kancil, tetapi banyak hewan lain menyetujui hal tersebut. Akhirnya semua sepakat dengan ide yang disampaikan sang kancil kecuali singa.
Keesokan harinya, singa mulai melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh hewan lain, seperti mencarikan makanan yang berbeda-beda karena banyak hewan dengan makanan yang diinginkan juga berbeda. Hari demi hari berjalan, singa mulai kelelahan dengan semua permintaan yang diinginkan hewan lain. Singa mulai menyadari dari yang dilakukan serta merasakan apa yang dirasakan hewan lainnya.
Tak lama setelah itu, singa berbicara kepada kancil bahwa ia merasa sudah cukup dengan perbuatan yang dilakukan selama ini dan akan berjanji untuk tidak berbuat semena mena. Kancil mendengar hal ini setelahnya memanggil seluruh hewan. Setelah semua hewan berkumpul, kancil menyuruh singa untuk menyatakan permohonan maaf dan membuat janji kepada semua hewan di hutan untuk tidak mengulanginya lagi serta akan memperlakukan kepada semua hewan dengan sama.
Muhammad Naufal Al Ghifari - 25080694041