PENDIDIKAN INKLUSI di ABAD KE-21
Pendidikan inklusi adalah sistem pendidikan yang memberi kesempatan kepada semua anak, termasuk anak dengan disabilitas, untuk belajar bersama di sekolah yang sama. Dalam bukunya Inclusive Education for the 21st Century, Linda J. Graham (2024) menjelaskan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah umum, tetapi juga memastikan mereka bisa belajar, berpartisipasi, dan diterima sepenuhnya oleh lingkungan sekolah. Pendidikan inklusi didasarkan pada hak asasi manusia, yaitu setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Artinya, sekolah harus mengubah cara mengajar, menilai, dan mengatur kelas agar semua siswa bisa mengikuti pelajaran sesuai kemampuan mereka. Graham menekankan pentingnya menghapus batas antara “sekolah umum” dan “sekolah khusus” karena sistem seperti itu justru membuat perbedaan semakin besar. Untuk menciptakan kelas yang inklusif, guru perlu menggunakan pendekatan seperti Universal Design for Learning (UDL).
Pendekatan ini membantu guru menyiapkan pembelajaran yang fleksibel dan bisa diakses oleh semua siswa. Misalnya, guru dapat menjelaskan materi dengan berbagai cara melalui gambar, video, atau kegiatan praktik agar siswa dengan gaya belajar yang berbeda tetap bisa memahami pelajaran. Namun, menerapkan pendidikan inklusi tidak mudah. Masih banyak sekolah yang belum siap karena kurangnya pelatihan guru, fasilitas yang terbatas, atau pandangan bahwa anak dengan disabilitas seharusnya belajar di tempat terpisah. Graham (2024) menekankan bahwa tantangan utama pendidikan inklusi adalah mengubah pola pikir. Guru, kepala sekolah, dan masyarakat perlu melihat perbedaan bukan sebagai masalah, tetapi sebagai bagian dari keberagaman yang harus dihargai. Melalui pendidikan inklusi, setiap anak dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri, diterima, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil. Seperti yang dikatakan Graham, pendidikan inklusi bukan hanya soal metode mengajar, tetapi juga soal keadilan dankemanusiaan. Sekolah yang benar-benar inklusif adalah sekolah yang membuka pintu bagi semua anak, tanpa terkecuali.
Oleh: Agniya Nidaan Khofiya 24010044130