PERAN TEKNOLOGI ASISTIF DALAM MENDORONG INKLUSI PENDIDIKAN
Teknologi memegang peranan krusial dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Dalam konteks anak berkebutuhan khusus (ABK), Teknologi Asistif berfungsi sebagai jembatan yang memberikan dukungan teknis bagi siswa penyandang disabilitas untuk dapat belajar bersama dengan siswa normal di kelas inklusif. Pemanfaatan teknologi asistif dalam pendidikan inklusif secara universal meningkatkan inklusivitas di dalam kelas.
MENDORONG AKSES DAN KESETARAAN
Teknologi asistif adalah serangkaian perangkat dan layanan yang dirancang untuk mendukung siswa meningkatkan kemampuan, mengimbangi, atau mengurangi hambatan yang mungkin terjadi akibat disabilitas. Penggunaannya bertujuan untuk memajukan, memelihara, atau memberi bantuan kepada siswa berkebutuhan khusus agar dapat mengatasi hambatan, baik karena keterbatasan fisik maupun sosial-budaya.
Dengan adanya teknologi asistif, akses pendidikan bagi ABK meningkat, yang ditandai dengan berkurangnya hambatan bagi mereka untuk belajar lebih mudah dan efisien. Misalnya, teknologi asistif seperti pena baca dapat membantu siswa yang kesulitan membaca untuk belajar secara mandiri dan memahami isi bacaan, menggantikan instruksi terbimbing. Contoh lain termasuk perangkat lunak pemeriksa ejaan untuk membantu siswa kesulitan menulis mengevaluasi tata bahasa, atau aplikasi speech to text untuk siswa dengan keterbatasan anggota tubuh.
MENCIPTAKAN RASA PERCAYA DIRI DAN NORMALISASI
Salah satu peran penting teknologi asistif adalah mendukung siswa disabilitas mengembangkan rasa percaya diri dan inklusi di kelas. Perasaan setara atau sama dengan yang lain bagi siswa disabilitas akan menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi untuk belajar tanpa diskriminasi.
Teknologi asistif membantu menciptakan iklim inklusif yang kuat melalui konsep normalisasi. Normalisasi terjadi ketika teknologi yang digunakan oleh siswa disabilitas juga tersedia dan digunakan oleh semua siswa . Dengan demikian, siswa disabilitas tidak akan merasa berbeda dari teman sebaya ketika menggunakan perangkat teknologi tertentu.
Selain itu, teknologi asistif juga dapat memfasilitasi interaksi sosial dan komunikasi. Contohnya, guru dapat memberikan alternatif penggunaan teknologi asistif sebagai media untuk membantu siswa dengan kesulitan komunikasi menyelesaikan tugas atau berinteraksi dengan teman, yang pada akhirnya mendorong hubungan sosial yang harmonis dan saling menghargai.
link kasus : https://media.neliti.com/media/publications/373292-none-432e43a0.pdf?hl=id ID
ZUMROTHUS SHOLEKHAH - 25010024040