Peran Teknologi Digital terhadap Akses Pendidikan Inklusif yang Merata
Teknologi dalam pendidikan memiliki peran penting sebagai jembatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Dalam konteks pendidikan inklusi, setiap peserta didik— termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus—berhak mendapatkan akses yang setara terhadap pembelajaran. Teknologi hadir sebagai solusi yang memungkinkan personalisasi pembelajaran sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Sebagai contoh, penggunaan aplikasi pembaca layar bagi peserta didik dengan hambatan penglihatan membantu mereka mengakses materi pembelajaran digital tanpa batasan. Selain itu, penggunaan subtitle otomatis dalam video pembelajaran membantu peserta didik dengan hambatan pendengaran agar tetap memahami isi materi yang diberikan guru. Contoh lainnya adalah Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom yang memungkinkan siswa belajar sesuai ritme mereka sendiri, terutama bagi siswa yang kesulitan mengikuti pelajaran secara tatap muka penuh.
Dari sudut pandang teori Universal Design for Learning (UDL), teknologi mendukung keberagaman cara belajar dengan menyediakan berbagai pilihan akses informasi, ekspresi pemahaman, dan keterlibatan siswa. Guru mampu menyediakan variasi media—audio, visual, interaktif—yang dapat memenuhi gaya belajar dan kebutuhan individual peserta didik.
Secara keseluruhan, kehadiran teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga peluang menciptakan ruang belajar yang lebih adil dan menghargai keberagaman. Melalui pemanfaatan yang tepat, teknologi dapat memastikan bahwa tidak ada siswa yang tertinggal dan semua mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya.
Contoh kasus:
https://www.telkom.co.id/sites/berita/id_ID/news/hari-pendidikan-nasional-2025-telkom-dorong inovasi-digital-untuk-pendidikan-inklusif-melalui-innovillage-2999.
Salah satu contoh implementasi nyata teknologi dalam pendidikan inklusif di Indonesia terlihat pada program Innovillage yang didorong oleh Telkom Indonesia. Program ini menghadirkan aplikasi TUTUR, yaitu media komunikasi digital yang dirancang untuk membantu anak-anak dengan hambatan bicara, autisme, serta tuna grahita dalam berkomunikasi dan belajar. Melalui visualisasi yang adaptif dan interaktif, aplikasi tersebut memungkinkan peserta didik mengekspresikan kebutuhan dan memahami materi dengan lebih mudah. Upaya ini menunjukkan bahwa pemanfaatan inovasi digital dapat memperluas akses pendidikan dan memberikan dukungan yang lebih personal bagi siswa penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat terlibat secara setara dalam proses pembelajaran.
FARRA NUR RAMADHANI - 25010024012