PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KHUSUS MENUJU PENDIDIKAN INKLUSIF di DUNIA dan ASIA TENGGARA
Pendidikan inklusif lahir dari kesadaran bahwa setiap anak, termasuk yang memiliki kebutuhan
khusus, berhak memperoleh pendidikan yang sama dan bermakna. Dulu, anak berkebutuhan
khusus belajar di sekolah khusus yang terpisah dari sekolah umum. Menurut Gargiulo (2012),
sistem seperti ini memang bertujuan membantu, tetapi akhirnya justru membuat mereka terpisah
dari lingkungan sosial.
Seiring waktu, pandangan ini berubah. Ainscow (2006) menjelaskan bahwa kesulitan belajar
bukan hanya berasal dari kondisi anak, tetapi juga dari cara sekolah mengajar. Karena itu, sekolah
perlu menyesuaikan diri agar semua anak bisa belajar bersama. Inilah dasar dari pendidikan
inklusif: sekolah harus terbuka dan menghargai perbedaan.
Armstrong, Armstrong, dan Spandagou (2010) menambahkan bahwa pendidikan inklusif bukan
sekadar menempatkan siswa berkebutuhan khusus di sekolah umum, melainkan mengubah sistem
agar dapat menerima semua siswa tanpa diskriminasi. Graham (2024) juga menegaskan bahwa
pendidikan inklusif adalah hak asasi manusia, bukan program tambahan. Untuk itu, guru dan
sekolah harus mendapat dukungan dan pelatihan agar mampu menciptakan lingkungan belajar
yang ramah bagi semua.
Di kawasan Asia Tenggara, laporan SEAMEO SEN (2024) menunjukkan bahwa beberapa negara
seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina sudah menerapkan kebijakan pendidikan inklusif. Namun,
masih ada tantangan seperti keterbatasan guru, fasilitas, dan sikap masyarakat terhadap disabilitas.
Di Indonesia sendiri, kebijakan inklusif sudah ada, tetapi pelaksanaannya belum merata.
Diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar inklusi benar-benar
terwujud.
Secara keseluruhan, pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyatukan anak berkebutuhan
khusus ke dalam kelas reguler, melainkan tentang mengubah cara sekolah bekerja agar semua anak
dapat diterima dan berkembang bersama. Dengan dukungan kebijakan yang kuat dan kesadaran
masyarakat, cita-cita “pendidikan untuk semua” dapat tercapai.
Nama : Alfina Amali Herna Sofiana
NIM : 24010044162
Kelas : 2024B