Petualangan Zoey di Dunia Mesin Ajaib
Di kota kecil bernama Luminara ada seorang murid baru bernama Zoey. Ia selalu merasa berbeda tapi tidak tahu persis apa yang membuatnya berbeda dari teman-teman di sekolah. Suara keras kadang bikin kepala pusing, panggilan guru kadang tidak terdengar, tapi Zoey selalu berusaha mengikuti pelajaran. Suatu hari Mis Daisy, guru pendamping yang sabar dan nyeleneh, mengamati Zoey dan menyadari bahwa Zoey mungkin memiliki kebutuhan khusus.
Mis Daisy mengajak Zoey masuk ke sebuah ruangan yang disebut Ruang Identifikasi Ajaib. Ruangan itu penuh lampu led berwarna-warni, balon-balon lucu yang menempel di langit langit, dan berbagai alat yang terlihat seperti mainan tapi sesungguhnya alat bantu asesmen. Di tengah ruangan ada Mesin Ajaib yang bisa mengeluarkan getaran, cahaya, dan efek hologram. Zoey sedikit gugup tapi penasaran.
Mis Daisy menjelaskan bahwa Ruang Ajaib ini akan membantu melihat apakah Zoey tunarungu atau memiliki kebutuhan khusus lain. Zoey memakai alat bantu dengar kecil di telinganya yang membantu menangkap suara lembut tapi tetap tidak bisa mendengar suara keras atau musik kencang.
Tes pertama adalah Getar Ritmis. Mesin mengeluarkan pola getar lembut yang kadang cepat kadang lambat. Zoey diminta merasakan dan menunjuk pola yang nyaman. Beberapa getaran terlalu keras membuatnya mundur sebentar tapi ia mencoba lagi dan tersenyum ketika getaran lembut terasa menyenangkan. Mis Daisy mencatat bahwa Zoey sensitif terhadap getaran keras tapi bisa menyesuaikan diri dengan stimulasi lembut.
Selanjutnya ada Lampu Interaktif. Lampu berubah warna saat Zoey menekan tombol tertentu. Zoey tertawa kecil saat lampu merah menyala cepat dan mundur sebentar. Lampu hijau berkedip lembut membuatnya antusias menekan tombol lagi. Alat bantu dengar membantu Zoey menangkap suara lembut dari tombol dan lampu sehingga ia bisa ikut “berkomunikasi” dengan mesin. Mis Daisy mencatat bahwa Zoey merespon positif terhadap stimulasi visual interaktif dan terkadang sensitif terhadap cahaya terang mendadak.
Tes berikutnya adalah Cermin Emosi Sensorik yang menampilkan ekspresi Zoey dengan efek lucu. Mata besar bibir bergerak aneh dan kadang muncul emoji floating di sekeliling wajahnya. Zoey tertawa melihat wajahnya sendiri tapi juga kadang bingung. Ia menepuk
cermin sambil bercanda seolah mengajak cermin itu main. Mis Daisy menepuk pundaknya sambil bilang semua ekspresi dan perasaan sah-sah saja. Mesin ini membantu Mis Daisy memahami Zoey lebih baik.
Untuk mengukur kemandirian Mis Daisy menyiapkan Lintasan Sensorik di mana Zoey harus bergerak dari satu titik ke titik lain sambil menekan tombol-tombol warna berbeda. Ini menguji koordinasi motorik dan fokus tanpa mengandalkan pendengaran. Zoey harus memperhatikan cahaya getaran dan arahan visual. Kadang ia salah menekan tapi tetap mencoba sambil tertawa. Lampu kuning tiba-tiba menyala cepat membuatnya melompat kecil tapi kemudian menyeimbangkan langkahnya. Mis Daisy mencatat koordinasi motorik Zoey baik dengan bantuan visual dan ia perlu latihan untuk kemandirian penuh.
Tes terakhir adalah Kartu Sensorik Misteri yang mengeluarkan cahaya dan getaran saat disentuh. Zoey menemukan kartu yang membuatnya tertawa dan tangannya bergerak cepat mengikuti pola. Satu kartu lain membuat lampu hijau berputar dan Zoey menjerit kecil karena kaget tapi tertawa lagi. Mis Daisy mencatat bahwa Zoey merespon positif terhadap stimulasi sensorik interaktif dan visual serta perlu waktu beradaptasi dengan stimulasi baru.
Di tengah tes muncul Gembul kucing sekolah yang menginjak tombol sehingga lampu berubah warna semua. Zoey tertawa terbahak-bahak dan mencoba mengejar Gembul yang lompat-lompat di lantai. Mis Daisy tersenyum sambil menulis catatan tambahan bahwa Zoey merespon dengan gembira terhadap hal tak terduga.
Setelah semua tes selesai Mis Daisy menyusun hasil asesmen. Zoey adalah anak tunarungu yang membutuhkan lingkungan belajar tenang minim suara keras bantuan visual dan getaran untuk komunikasi pendampingan memahami emosi dan ekspresi serta stimulasi sensorik positif. Yang paling penting Zoey belajar bahwa belajar tidak melulu harus lewat telinga dengan imajinasi tawa stimulasi sensorik dan sedikit absurd belajar tetap bisa seru dan menyenangkan.
Zoey menatap Mesin Ajaib yang masih berkedip dan tersenyum. Besok aku mau main lagi tapi kali ini bawa bola kecil biar makin seru katanya. Mis Daisy cuma geleng kepala sambil tersenyum. Sejak itu Ruang Identifikasi Ajaib menjadi tempat favorit Zoey tempat ia bisa jadi dirinya sendiri tertawa dan belajar di dunia penuh warna absurd tapi aman.
By Maya syabibah ariani