Raja Agung Tua
Di suatu waktu ada sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh seorang Raja Agung yang sangat bijaksana dan penyayang. Dikarenakan sifatnya sang Raja juga dicintai oleh rakyat rakyatnya. Hukumnya adil, pembangunan merata dan pajak yang tidak terlalu tinggi. Sang Raja telah melalui hari harinya sebagai raja selama puluhan tahun. Berbagai peristiwa dan permasalahan, mulai dari perang dan bencana telah diatasinya. Namun umur tidak bisa dibohongi, sang Raja semakin tua dan harus segera menentukan pewarisnya.
Sang Raja memiliki tiga putra dan seorang putri yang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Memilih pewaris yang pantas dan baik adalah keharusan yang akan menentukan kelangsungan kesejahteraan dari kerajaannya. Waktu terus berlalu, kesehatan dari sang Raja terus menurun. Jawaban masih belum ditemukan dan masalah yang lain tidak berhenti. Para menteri menyarankan pada sang raja agar memperbolehkan mereka membantu mengenai pemilihan pewaris. Namun sang Raja menolak dengan alasan permasalahan tersebut adalah permasalahan yang harus diselesaikan oleh sang Raja sendiri.
Hal tersebut teruslah berlanjut hingga kemarau panjang melanda, kelaparan terjadi dimana mana. Menanggapi permasalahan tersebut sang Raja membagikan makanan dari gudangnya sebagai solusi sementara. Namun, sang Raja yang sudah tua tidak mampu menahan cuaca yang ekstrim dan berakhir pingsan. Setelah siuman, sang Raja didatangi oleh para menteri dengan usulan yang sama seperti sebelumnya. Namun, kali ini sang Raja setuju. Sang Raja meminta para menteri untuk mengumpulkan orang orang kerajaan yang pantas untuk mengungkapkan ide ide mereka tentang pemilihan pewaris dan permasalahan kemarau tentang kemarau panjang. Sang Raja juga meminta para Menteri untuk menggumpalkan ke-4 anaknya di perkumpulan yang akan datang
Perkumpulan diadakan setelah keadaan sang Raja membaik. Disana berkumpul kepala desa, akademisi, orang bijak, para Menteri, dan anak raja. Sang raja memimpin jalannya rapat. Rapat selesai dalam satu hari dengan hasil yang memuaskan. Anak anak Raja berpendapat terhadap pemilihan pewaris, rupanya hanya anak kedua yang berkeinginan menjadi raja, yang lainnya hanya ingin mendapatkan jabatan dari subjek yang disukai mereka. Karena dirasa layak anak kedua lah yang akan diberikan tahta selanjutnya. Berbagai ide yang tidak terpikirkan oleh sang Raja bermunculan. Pandangan yang berbeda menghasilkan solusi yang berbeda. Selesailah masalah yang memusingkan sang Raja Agung.
Sirhan Ahza Mifzal Lutvian - 25080694094