Raja yang Tamak dan Rakyat yang Menderita
Di sebuah Kerajaan Hohenzollern hiduplah seorang raja bernama Leo. Leo adalah seorang raja yang bijak dan peduli akan rakyatnya. Kerajaan tersebut pada mulanya kaya raya dan diberi kemakmuran. Hasil laut dan pertanian melimpah ruah. Rakyat hidup makmur selama bertahun-tahun. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, raja dan para bangsawan mulai dibutakan oleh kekayaan dan kekuasaan. Sang raja membuat kebijakan untuk mengambil pajak yang sangat tinggi terhadap hasil bumi rakyat. Kebijakan ini membuat rakyat kesulitan untuk melangsungkan hidupnya.
Pada suatu ketika, terjadi wabah yang membuat hasil pertanian menurun tajam. Rakyat rakyat menjadi sengsara dan kelaparan karena pajak yang ditetapkan tidak sebanding dengan hasil pertanian mereka. Akan tetapi, mereka tetap sabar dan tulus berdoa agar hasil pertanian dapat kembali melimpah dan sang raja dapat meringankan pajak yang diambil. Melihat penderitaan rakyat, seorang pemuda bernama Elias memutuskan untuk mengambil langkah maju. Ia mengumpulkan para rakyat dan berdiskusi mengenai keadaan mereka, ia menyuarakan keadilan bahwa rakyat berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Rakyat kemudian setuju untuk menyuarakan pendapat mereka kepada sang raja secara damai.
Keesokan harinya, mereka menuju istana dan membawa surat permintaan untuk mengurangi pajak hasil bumi serta membantu mereka dalam mengatasi wabah. Ketika sampai di istana, para pengawal hampir mengusir mereka. Akan tetapi, Elias berlutut di depan sang raja dan menyampaikan aspirasi dan penderitaan yang dialami rakyat. Raja Leo pun terdiam mendengar hal tersebut. Ia kemudian menyadari bahwa kebijakan yang diambilnya adalah
salah. Kekuasaan dan kekayaan tidak berarti jika rakyatnya menderita. Raja kemudian meminta maaf atas kesalahannya. Ia mengurangi pajak yang diambil serta memerintahkan pejabat untuk mencari solusi dari wabah tersebut. Ia berjanji bahwa rakyat akan kembali makmur dan tidak akan ada lagi yang kelaparan. Sejak saat itu Kerajaan Hohenzollern kembali makmur dan sejahtera, Raja Leo pun dikenal sebagai penguasa yang bijak dan adil.
Nilai yang dapat diambil:
Sila ke-1: Rakyat tetap sabar dan tulus berdoa saat diberi musibah dan cobaan.
Sila ke-4: rakyat berdiskusi untuk menyelesaikan masalah dan menyampaikan aspirasinya secara damai.
Sila ke-5: Keadilan yang diminta oleh rakyat dapat tercapai dan mereka mendapatkan kehidupan yang layak.
Salsabila Aisha Wicaksono - 25080694096