RANI, NARA, SAFA, TOMO DAN TAMAN MIMPI HIDUP
Di sebuah tempat yang hanya bisa dikunjungi lewat tidur, terdapat taman yang bernama Vesper. Taman ini bukan sekadar tempat penuh bunga, melainkan taman yang di mana mimpi setiap orang akan menjadi nyata hanya dengan membanyangkan apa yang di inginkannya. Di Vesper, bunga-bunga mekar sesuai dengan isi hati pengunjungnya. Ada bunga berkelopak emas yang tumbuh dari mimpi seorang anak yang ingin menjadi penulis yang hebat. Ada pohon kristal yang lahir dari harapan seorang ibu untuk melihat anaknya bahagia.
Penduduk yang datang di taman ini beragam. Nara, seorang anak yang tidak bisa melihat dikarenakan sewaktu kecil nara menciptakan bunga yang seharusnya tidak nara ciptakan, akhirnya nara membuat bunga impiannya yaitu bunga yang dapat berbicara bunga itu yang menemani nara di setiap malam ditaman Vesper. Safa, seorang gadis sulit berbicara, safa menumbuhkan pohon yang berbuah nada musik, meskipun safa kurang fasih dalam berbicara tetapi ia bisa menciptakan instrumen lagu sehingga ia bisa menciptakan dunia musik yang indah. Ada juga Tomo, seekor burung hantu tua yang tidak bisa terbang jauh, tetapi menjadi penjaga cerita dengan kebijaksanaan yang tak ternilai.
karena tomo adalah burung hantu penjaga yang sangat disiplin semua tugas tomo kerjakan secara sempurna. Setiap malam, pengunjung Vesper berkumpul di bawah kubah bintang, sebuah langit transparan yang memantulkan mimpi mereka semua. Di sana, semua orang berbagi harapan tanpa rasa takut diejek akan mimpi mereka yang mereka ciptakan sendiri. Nara menunjukan bunga yang dapat berbicara itu kepada semua pengunjung taman dan semua orang ditaman gemas dengan bunga ciptaan nara, dan safa memainkan buah nada musik dan semua pengunjung menyukai pertunjukan musik yang safa ciptakan, dan Tomo seperti biasa menjaga taman vesper dan membaca buku kisah dari atas pohon yang tomo duduki yaitu pohon kristal.
Di vesper tidak ada kata “kekurangan", semua perbedaan adalah keindahan. Mimpi setiap orang sekecil apa pun menjadi bagian dari taman yang terus tumbuh. karena meskipun mereka kurang dalam hal fisik seperti kurang bisa melihat, sulit berbicara, tetapi mereka tetap mendukung impian satu sama lain nara dengan bunga yang bisa berbicara yang selalu menemani setiap malam karena nara tidak bisa melihat teman-teman nara didunia nyata tidak mau berteman dengan nara hanya bunga ciptaan nara yang selalu menemani nara di taman
vesper, safa yang sulit berbicara karena itulah safa dianggap tidak bisa apa-apa tetapi safa memiliki bakat bisa membuat instrumen musik tanpa lirik yang bisa membuat hati orang riang dan senang.
Suatu malam, datang seorang pengunjung baru bernama Rani, yang merasa dirinya tidak punya mimpi karena rani merasa tidak mempunyai bakat atau mimpi karena rani memiliki kekurangan yaitu ia tidak memiliki anggota tubuh yang tidak lengkap dibagian tangan, dari teman dan keluarganya di dunia nyata tidak mendukung rani karena kekurangan nya tersebut,
itulah yang membuat rani hanya membawa rasa hampa karena rani selalu berfikir bahwa ia tidak bisa apa-apa. Namun taman vesper tidak menolak. Saat Rani berjalan mengelilingi taman vesper ternyata setiap jalan yang di lewati oleh rani tumbuh bunga-bunga putih sederhana yang muncul saat rani berjalan di taman tersebut. Penduduk taman menyambut rani dengan hangat menghidangkan buah-buahan segar dan ranum dari situlah rani mendapatkan rasa kasih yang belum pernah ia dapatkan selama di dunia nyata akhirnya rani nyaman dengan penduduk taman disana.
Pada saat rani nyaman dengan penduduk taman vesper tanpa di sadari bunga yang tumbuh saat rani berjalan itu tumbuh dengan cantik dan penuh warna-warni, bunga tersebut ternyata bisa mengeluarkan madu yang sangat manis, rani tidak menyangka bahwa bunga itu dapat membantu penduduk taman vesper, penduduk senang atas kebaikan rani karena rani memperbolehkan penduduk mengambil madu manis dari bunga yang rani ciptakan. Rani sangat senang membantu penduduk taman disana karena merekalah rani mendapatkan kasih sayang dari penduduk taman vesper dan bakat yang dapat membantu penduduk disana.
Rani selalu mendatangi taman vesper setiap malam, lalu pada malam kesekian saat rani berjalan-jalan dengan penduduk tiba-tiba rani tanpa sengaja bertemu nara, safa, dan tomo yang juga berjalan-jalan di taman vesper rani terkejut karena baru pertama ini ia bertemu dengan teman yang sebaya dengan nya di taman ini, dan lebih terkejut lagi karena nara, safa, dan tomo juga sama dengan nya yang juga memiliki kekurangan akhir nya penduduk vesper memperkenalkan rani dengan nara safa, dan tomo begitu juga sebaliknya. Akhirnya bereka berteman dan bercerita tentang kisah mereka satu sama lain.
Dari situlah perteman mereka semakin erat dan mereka pun saling mendukung dan memperlihatkan ciptaan satu sama lain tanpa ada rasa iri mereka punya senang dengan adanya teman baru yaitu rani dan rani juga senang berteman dengan mereka di taman vesper.
Gina Weniza - 25010024013