Tarian yang menyatukan perbedaan
Pada suatu hari, anak perempuan bernama Naura pindah dari provinsi Jawa Timur ke kota Bandung provinsi Jawa Barat karena pekerjaan orang tuanya yang mengharuskan Naura ikut pindah. Warna kulit nya yang jauh lebih gelap dan logat bicara nya yang sangat berbeda dengan teman teman sekelasnya, selama di kelas Naura seringkali menjadi bahan bercandaan karena logat bicaranya yang dianggap lucu dan warna kulitnya yang gelap. Hari hari yang dilalui Naura tak mudah, ia seringkali makan sendiri di kelas maupun di kantin, teman temannya juga jarang mengajaknya ngobrol atau bermain, tak jarang Naura mengajak bicara duluan namun akhirnya Naura menjadi bahan bercandaan lagi.
Pada bulan agustus menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, pihak sekolah mengumumkan akan mengadakan lomba di sekolah dengan mengangkat tema "Berbagai Budaya di Indonesia" yang dimana setiap kelas harus menunjukkan penampilan terbaiknya.
"Ayo anak anak, siapa yang punya ide untuk penampilan nanti?" tanya Bu Rani.
Anak-anak di kelas ramai karena banyaknya usulan untuk menampilkan tari daerah, Naura pun terdiam lalu ia pun mengangkat dengan ragu ragu dan berucap
"Bu, bagaimana jika kita menampilkan tarian Gandrung?"
Kelas menjadi hening dan banyak dari mereka saling pandang, salah satu dari mereka menoleh ke arah Naura dan mempertanyakan apakah Naura bisa. Naura pun meyakinkan gurunya serta teman temannya bahwa ia bisa hingga akhirnya semua sepakat untuk mencoba.
Minggu pertama Latihan, banyak anak yang merasa canggung meniru gerakan Naura, namun ia tetap sabar untuk mengajari teman temannya, ia pun bercerita tentang tarian Gandrung yang berasal dari Banyuwangi tersebut. Banyak dari teman teman sekelas kagum melihat keluwesan gerakan Naura, Naura pun bercerita bahwa ia sering tampil mewakili sekolahnya. Minggu demi minggu latihan tari sering dilakukan hingga mereka menjadi semakin akrab, Naura juga sering bercanda dengan mereka, mereka pun masih seringkali menirukan logat bicara Naura namun bukan untuk bahan ledekan tetapi sekedar senda gurau, Naura pun ikut tertawa ketika mendengarnya.
Hingga akhirnya hari lomba telah tiba. Saat music dari tari Gandrung diputar, Naura dan teman temannya pun menari dengan yakin dan penuh semangat, hal itu mengundang banyak tepuk tangan dari para penonton serta dari juri. Setelah acara selesai, kelas Naura diumumkan bahwa menjadi juara 1. Namun bukan itu yang membuat Naura Bahagia tetapi pelukan dan ucapan terimakasih dari teman temanya, selain itu teman temannya turut meminta maaf atas perbuatan mereka pada saat Naura pertama kali pindah ke sekolah tersebut.
Sejak saat itu, Naura tidak pernah merasa sendirian lagi. Mereka sama sama belajar bahwa persatuan bukan berarti harus sama namun bisa juga saling menghargai di tengah perbedaan yang ada.
Dalam cerita ini, kita belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Naura dan teman-temannya yang berasal dari daerah berbeda akhirnya dapat bekerja sama dan menampilkan tarian Gandrung dengan penuh semangat. Hal ini melambangkan sila ke-3 dalam Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, karena mereka bisa bersatu meskipun memiliki latar belakang yang berbeda.
Sedangkan pesan yang dapat kita ambil yaitu kita harus saling menghargai dan tidak membeda-bedakan satu sama lain, sebab dengan menghargai perbedaan, kita dapat hidup rukun, adil, dan damai di tengah keberagaman.
Salma Dina Anwar - 25080694084