TEKNOLOGI DAN INKLUSI DALAM PENDIDIKAN YANG INKLUSI
Pendidikan inklusif menekankan bahwa setiap peserta didik, apa pun kondisi fisik, intelektual, atau sosialnya, berhak mendapatkan akses pendidikan yang setara. Di era digital saat ini, teknologi menjadi salah satu alat yang paling efektif untuk mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang mempermudah siswa dengan kebutuhan khusus untuk berpartisipasi dalam proses belajar.
Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pembaca layar, platform pembelajaran digital, hingga materi interaktif membantu siswa berkebutuhan khusus memahami pelajaran sesuai kemampuan mereka. Teknologi memungkinkan guru menyesuaikan metode mengajar agar dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan siswa yang beragam.
Salah satu contoh nyata dapat dilihat pada mahasiswa tunanetra di Universitas Airlangga Surabaya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan hambatan penglihatan dapat mengikuti perkuliahan secara mandiri dengan menggunakan laptop, ponsel pintar, aplikasi pembaca teks, serta alat bantu perekam. Teknologi ini membantu mereka mengakses bahan ajar, mengikuti ujian, dan berinteraksi di kelas tanpa harus selalu bergantung pada bantuan orang lain. Kasus tersebut membuktikan bahwa teknologi mampu mengurangi hambatan yang selama ini membatasi akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Link kasus: https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah/article/view/18801
Walaupun begitu, penerapan teknologi dalam pendidikan inklusif tidak selalu berjalan mulus. Masih banyak sekolah dan perguruan tinggi yang belum memiliki fasilitas teknologi yang memadai. Sebagian guru dan tenaga pendidik juga belum terlatih dalam mengoperasikan teknologi asistif, sehingga alat tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Kesenjangan akses internet di daerah terpencil juga menjadi hambatan yang cukup besar.
Sebagai mahasiswa Teknologi Pendidikan, saya menyadari bahwa pemanfaatan teknologi seharusnya tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga pada pemerataan kesempatan belajar. Teknologi harus digunakan sebagai alat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang adil dan dapat diakses oleh semua peserta didik. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat menjadi sarana untuk menghormati keberagaman, mengurangi hambatan belajar, dan membuka peluang bagi setiap siswa untuk berkembang secara maksimal.
Bharat Shakti Awan