Teman yang Saling Membantu
“Gorengan nya sudah habis ley?” Ucap Ical sambil duduk disebelah Leya yang sedang menghitung uang hasil jualan nya. Leya adalah teman sekelas Ical sejak kelas 10.
“Masih sisa banyak cal, dari kemarin cuma sedikit yang beli,” Ucap Leya dengan nada sedih. Dia meletakkan uang yang sudah dihitung ke dalam dompetnya.
“Sisanya aku beli boleh gak Ley? Kebetulan aku masih laper nih,” Ucap Ical sambil memamerkan senyum lebarnya. Sejujurnya Ical sudah kenyang karena dia membawa bekal tadi akan tetapi rasa ibanya muncul saat melihat wajah sedih Leya. Dia tidak suka kalau teman baiknya itu mengeluarkan ekspresi itu.
“Kamu serius cal? Boleh banget, sebentar ya aku siapin dulu,” Seketika ekspresi sedih yang ada di wajah Leya luntur bergantikan senyum lebar. Dia pun mulai memasukkan gorengan ke dalam kantong plastik. Setelah itu dia menyerahkannya pada Ical. “Totalnya 12 ribu Cal.”
Ical menyerahkan uang. Setelah menerima gorengan dia membuka kantong plastik itu dan mengambil satu gorengan untuk dia makan. Leya menerima uang itu sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Ical.
Tiba-tiba handphone Leya berdering dan dia mengangkat telepon itu, ternyata itu adalah tetangganya yang menelpon, tetangganya memberitau bahwa Ibu Leya pingsan dan mimisan. Leya yang mendengar itu pun panik dia segera membereskan barang barangnya.
“Ada apa Ley?” Ical bertanya dengan nada khawatir melihat Leya yang buru-buru mengemasi barang-barangnya, tangannya bergetar.
“I-Ibuku Cal, I-Ibuku pingsan aku harus pulang sekarang,” Ucap Leya dengan nada bergetar, matanya mulai mengeluarkan air mata.
Ical terkejut mendengar perkataan Leya. Dia pun bertanya kepada Leya apa yang membuat Ibu Leya Pingsan. Leya pun menjawab bahwa dia juga tidak tau alasan Ibunya pingsan. Leya menenteng tasnya dan berpamitan kepada Ical dan bergegas pulang. Ical yang melihat itu merasa kasihan dan berdoa dalam hati agar Ibu Leya cepat membaik.
Malam harinya handphone Ical berdering dan ternyata itu Leya. Leya pun memberitahukan kondisi Ibunya sekarang. Leya bercerita bahwa keadaan Ibunya parah dan perlu dibawa ke Rumah sakit, akan tetapi Leya tidak memiliki uang untuk membawa Ibunya ke Rumah sakit. Leya bercerita sambil menangis. Leya juga meminta tolong kepada Ical untuk meminta izin
tidak masuk sekolah beberapa hari kepada guru mereka. Ical pun mengiyakan dan dan berusaha menghibur Leya.
Keesokan harinya Ical memberitahu teman sekelasnya apa yang terjadi kepada Leya dan Ibunya, lalu teman sekelasnya sepakat untuk mengumpulkan uang saku mereka dan memberikan uang itu untuk Leya agar Leya bisa membawa Ibunya ke Rumah sakit.
Setelah uang terkumpul cukup banyak mereka memutuskan untuk mendatangi rumah Leya setelah pulang sekolah nanti. Setelah bel pertanda pulang berbunyi mereka bergegas menuju rumah Leya untuk menjenguk dan memberikan uang sumbangan itu kepada Leya.
“Assalamualaikum Leya,” Ucap mereka bersamaan sambil mengetuk pintu rumah Leya. Setelah itu pintu terbuka menampilkan Leya dengan mata sembabnya.
“Waalaikumsalam, loh kalian kesini? Ayo ayo masuk, maaf ya kalo rumahnya berantakan,” Ucap Leya sambil membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam.
Mereka pun duduk di ruang tamu rumah Leya. Salah satu dari mereka menanyakan kondisi Ibu Leya dan ternyata Ibu Leya sakitnya makin parah. Leya mengucapkan itu sambil menitikkan air mata. Salah satu teman perempuannya memeluk Leya sambil menenangkannya.
“Leya, kami ada sedikit bantuan untuk kamu bawa Ibu kamu ke rumah sakit ya? Semoga Ibu Leya cepat sembuh ya,” Ucap salah satu teman sekelas Leya sambil menyerahkan amplop berisi uang.
Leya yang mendengar itu merasa terharu, “Teman-teman terima kasih banyak! Aku gak nyangka kalian sampai seperti ini, sekali lagi terima kasih banyak ya teman-teman!” Leya merasa sangat beruntung karena memiliki teman seperti mereka, teman yang selalu membantunya saat dia memerlukan bantuan, teman yang selalu ada untuknya.
Sikap tolong menolong pada cerita diatas, mencerminkan sila kedua Pancasila yaitu, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sesama manusia kita harus tolong menolong kepada keluarga, tetangga, teman bahkan orang asing sekalipun karena perbuatan baik yang kita lakukan hari ini bisa saja menolong kita di masa depan.
25080694117 - Adela Salsabila Fantikasari