WESTERNISASI
Pagi ini sekolah tampak ramai seperti biasanya, tak terkecuali Nadia. Ia datang ke sekolah pagi ini dengan seragam modifikasi nyentrik dan gaya kebarat baratan, nada bicaranya pun setengah inggris dan setengah indonesia.
“Oh my, yaampun why this kind of people are so old fashioned, duh” ucapnya sembari menuju ke kelas.
Seperti pagi pagi pada umumnya ia duduk di bangkunya dan menyiapkan peralatan dan buku sebelum pembelajaran dimulai.
“Eh Nad, infoin aja kalau minggu ini bakalan ada lomba seni budaya dan tiap tiap kelas wajib tampil, nanti ada tari tradisional, paduan suara lagu daerah, sama drama musikal kepahlawanan, ntar ngelist aja mau ikut apa,”ucap Elzhard selaku teman sebangku Nadia.
“Hello? Seriously? Seorang Nadia harus tampil begituan? Minimal modern dikit, dansa
lah, modern dance lah, atau apa gitu, mending pikir ulang lagi deh.” Nadia memalingkan muka nya kesal dan besikap seolah tak terjadi apa-apa,
“Nad, ayolah karena setiap kelas semua siswa harus ikut, toh juga kamu belum pernah nyoba juga sebelumnya.”
Nadia pun mau tak mau mengiyakan perkataan Elzhard mengenai perlombaan minggu ini dan memutuskan untuk bergabung pada drama musikal kepahlawanan, saat latihan Nadia mulai memahami makna dibalik cerita tradisional yang kelompok kelasnya bawakan, ia mendengar dan mengetahui kisah perjuangan tokoh lokal yang penuh nilai keberanian dan cinta tanah air. Hari pertunjukan pun telah tiba dan saatnya kelompok Nadia untuk tampil ke atas panggung. Ketika tampil di depan penonnton, ia melihat banyak siswa dan guru yang bangga menyaksikan kebudayaan yang dibawakan oleh drama musikal kepahlawanan milik kelompok Nadia.
Hatinya tersentuh, ia merasa selama ini terlalu memandang rendah kebudayaan bangsanya sendiri, tak lupa teman-teman sekelas Nadia tak terkecuali Elzhard sebagai teman sebangkunya turut bangga atas penampilan Nadia, akhirnya Nadia pun merasa bahwa selama ini ia hanya perlu untuk mengetahui, mendalami, atas kebudayaan-kebudayaan nasional yang sangat beragam ini.
Pesan Moral:
Kita sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya bangga atas kebudayaan lokal yang kita miliki, menjaga warisan budaya leluhur dan melestarikan kebudayaan yang ada sesuai dengan Sila ke-3 Pancasila yaitu persatuan Indonesia. Dimana sebagai warga bernegara kita harus cinta tanah air salah satu nya dalam bentuk mencintai budaya sendiri. Mengagumi budaya luar tentu saja boleh, namun jangan sampai kehilangan jati diri bangsa yang dimiliki.
Faza Lintang Rachmadi - 25080694221