Kaki yang Hilang, Hati yang Kembali
Anwar adalah seorang pria yang memiliki tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Karier Anwar meningkat dengan cepat dan itu membuat dirinya menjadi seorang manusia yang sombong dan menganggap bahwa apa yang dicapai sampai saat ini merupakan hasil kerja kerasnya sendiri sehingga dia sering melupakan nasehat keluarga, teman dan bahkan menganggap Tuhan itu seperti tidak ada. Kembali ke masa sebelum Anwar meraih kesuksesannya, dia adalah orang kampung yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya adalah seorang buruh tani sedangkan ibunya terkadang menjadi buruh cuci itupun tidak tetap tapi hanya ketika ada yang menyuruh saja. Sebagai keluarga miskin yang kekurangan, Anwar tidak dapat menikmati masa kecilnya selayaknya anak-anak seusianya dan bahkan kedua orangtuanya tidak mampu untuk menyekolahkan Anwar.
Seiring waktu berlalu ketika teman-teman sebayanya pergi sekolah, Anwar hanya bisa melihat mereka dengan tatapan yang kosong bahkan tak jarang matanya mengeluarkan air mata karena hatinya merasa sedih mengapa dia tidak bisa menikmati pendidikan seperti teman temannya. Sebagai anak yang dilahirkan dari keluarga kurang mampu, Anwar sudah terbiasa dengan yang namanya kerja keras. Dengan tekad yang kuat, Anwar berusaha untuk bisa memperoleh pendidikan secara diam-diam. Salah satu cara yang bisa dilakukannya adalah dia harus bisa masuk ke dalam lingkungan sekolah tersebut. Dengan berbagai cara dia mencoba untuk bisa masuk ke dalam lingkungan sekolah dan sampai pada suatu waktu ketika dia berdiri di depan pintu gerbang sekolah, penjaga sekolah menghampirinya dan bertanya mengapa dia sering berdiri di depan gerbang sekolah.
Anwar selanjutnya menceritakan mengapa dia sering berdiri di depan gerbang sekolah, dan mendengar cerita Anwar, maka tergeraklah hati penjaga sekolah tersebut dan akhirnya dia menawarkan kepada Anwar untuk bisa masuk ke lingkungan sekolah dengan cara membantu penjaga sekolah tersebut untuk membersihkan sekolah dan itu disetujui oleh Anwar karena keinginan yang kuat untuk bisa belajar di sekolah tersebut. Seiring waktu Anwar akhirnya bisa untuk mengikuti pelajaran di sekolah tersebut walaupun bukan di dalam kelas. Karena tekadnya yang kuat dan memang sebenarnya Anwar dibekali dengan otak yang cerdas, membuat dia bisa mengikuti dengan cepat apa yang dia dengar mengenai pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah tersebut sampai akhirnya Anwar bisa membaca dan menulis. Ditengah kegigihannya itu, terjadi satu musibah yang sangat membekas di dalam hati Anwar yaitu ketika kedua orangtuanya meninggal secara bersamaan karena rumah yang ditempatinya terkena longsor.
Dengan kejadian tersebut, akhirnya di usia yang masih kecil yaitu sekitar 12 Tahun Anwar telah kehilangan semuanya, bukan hanya kehilangan masa kecilnya tetapi juga kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dari kejadian ini Anwar bertekad untuk menjadi orang yang sukses, bagaimanapun caranya dia harus menjadi orang yang sukses. Anwar tidak mau hidup seperti kedua orangtuanya yang menderita, tekad itulah yang dibawa Anwar sehingga di usia yang masih sangat kecil yaitu 12 Tahun, Anwar dengan hanya bermodal baju yang melekat di badannya dia pergi merantau ke Jakarta dengan ikut mobil yang biasa membawa sayur ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, Anwar berusaha untuk bertahan hidup dan kebetulan supir yang biasa membawa sayur ke Jakarta merasa kasihan kepada Anwar dan dia kemudian memperkenalkan Anwar kepada salah satu pemasok sayuran untuk meminta dia bisa dipekerjakan di tempat itu.
Singkat cerita akhirnya Anwar mulai bekerja di tempat juragan sayur tersebut. hari berganti hari hingga akhirnya Anwar yang memang sangat rajin dan cerdas, mendapat kepercayaan dari juragan sayur tersebut sampai akhirnya dia diberikan tempat untuk mengembangkan usaha sayurnya. Dengan ketekunannya akhirnya Anwar bisa mengembangkan usahanya itu bahkan dia terus untuk mengembangkan usahanya dengan mencoba berkoordinasi dengan restoran dan hotel-hotel terkenal yang ada di Jakarta untuk menjalin kerjasama sebagai pemasok sayuran utama. Sampai akhirnya Anwar mendirikan suatu perusahaan pemasok sayuran. Dengan karier yang cepat meningkat, akhirnya Anwar dijodohkan dengan putri juragan sayuran yang telah memberikan dia jalan kesuksesan. Seiring berjalannya waktu usaha Anwar pun terus berkembang dan mulailah cerita ini terjadi.
Dengan kesuksesan yang cepat membuat Anwar merasa dirinya percaya diri, namun sikap inilah yang tidak bisa dikendalikan oleh Anwar dimana dia merasa bahwa apapun yang dia lakukan pasti akan berhasil dan dia merasa sudah tidak membutuhkan lagi orang lain. Dia seolah-olah ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Anwar yang dulu miskin sekarang bisa berdiri dengan kekuatannya sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain. Istrinya yang memang dilahirkan dari keluarga yang baik dengan etika moral dan juga pendidikan yang baik, sering mengingatkan kepada suaminya bahwa tidak baik untuk bersikap sombong seperti itu. Istrinya sering mengajak Anwar untuk mendekatkan diri kepada Tuhan karena Tuhanlah yang telah memberikan berkatnya kepada Anwar melalui orang-orang yang dahulu membantunya, namun Anwar selalu memberontak bahkan dia mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada karena ketika dia kecil Tuhan telah mengambil semuanya mulai dari masa kecilnya, kedua orang tuanya bahkan tempat tinggalnya yang sangat sederhana.
Waktu terus berlalu sampai suatu ketika terjadilah hal yang tidak pernah dipikirkan oleh Anwar dalam hidupnya. Waktu itu ketika Anwar akan melakukan kunjungan ke Perkebunan sayur yang ada di daerah Puncak, Anwar mengalami kecelakaan. Mobil yang dikendarai oleh supirnya itu mengalami kecelakaan beruntun yang mengakibatkan supir Anwar meninggal dunia di tempat dan salah satu kaki Anwar mengalami cedera yang sangat parah sehingga untuk menyelamatkannya, Dokter harus melakukan amputasi terhadap kaki Anwar karena lukanya yang sangat parah dan untuk menghindarkan dari infeksi yang bisa membahayakan nyawa Anwar. Ketika Anwar tersadar sesudah proses amputasi kaki, Anwar merasa ada yang hilang dari tubuhnya dan alangkah terkejutnya ketika dia menyadari bahwa salah satu kakinya sudah tidak ada.
Setelah kejadian ini Anwar merasa terpukul, dia merasa bahwa dirinya yang sekarang adalah manusia yang tidak berguna lagi. Dia merasa malu jika harus mengalami cacat tubuh dan dianggap sebagai disabilitas. Kepercayaan diri Anwar sudah hilang, sekarang dia bukanlah Anwar yang dulu ketika tubuhnya masih sempurna. Anwar setiap hari hanya bisa merenung dan meratapi nasibnya, Istrinya yang selalu setia menemaninya sering memberikan motivasi kepada Anwar bahwa cacat tubuh bukanlah penghalang untuk terus melanjutkan hidup sebagai manusia. Disabilitas bukanlah hal yang memalukan karena Tuhan menciptakan manusia adalah baik tinggal bagaimana manusia tersebut untuk menyikapinya apa yang telah diberikan oleh sang penciptanya. Mendengar semua nasihat dan juga motivasi dari istrinya, maka menangis keraslah Anwar. Dia merasa bahwa selama ini dia telah bersikap sombong, dia telah menganggap bahwa keberhasilannya adalah hasil usahanya sendiri padahal jika bicara jujur itu adalah jalan dari Tuhan yang mempertemukan Anwar dengan orang-orang yang baik sehingga dia bisa memiliki karir yang cepat meningkat.
Dari kejadian yang telah dialaminya, Anwar bertekad untuk bangkit kembali walaupun sekarang dia adalah penderita disabilitas. Dengan dukungan penuh dari istrinya, Anwar mencoba untuk memulai untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Setiap hari dia tidak melupakan apa yang namanya sholat lima waktu dan mulai memperbaiki sikap yang selama ini masih kurang baik. Dia sekarang menjadi lebih sabar dengan keadaan yang dimilikinya. Ketika Anwar sudah mulai membiasakan dirinya dengan keadaan kakinya yang sekarang tinggal satu terjadilah suatu kejadian yang menyakitkan dalam hidupnya dimana istrinya yang selama ini selalu memberikan motivasi hidup untuknya ternyata menderita penyakit kanker mulut Rahim dan dokter memvonisnya bahwa hidupnya hanya akan bertahan selama 2 tahun lagi.
Mendengar berita ini, Anwar sangat terpukul dia merasa takut jika nanti istrinya benar benar dipanggil yang maha kuasa. Di dalam pikirannya sekarang ini adalah siapa yang akan peduli lagi kepadanya jika nanti istrinya sudah tidak ada lagi di dunia ini, lalu nanti siapa yang akan menemaninya dengan kondisi tubuh yang cacat, apakah ada orang lain yang masih mau untuk mengurus orang disabilitas seperti dia yang dianggapnya sudah tidak berguna lagi. Pikiran-pikiran itulah yang selalu menghantui Anwar sekarang. Berbeda dengan Anwar, istrinya yang sudah mengetahui bahwa hidupnya tidak akan lama lagi masih terus memberikan semangat kepada Anwar bahwa jika nanti dia pergi duluan menghadap Tuhan, maka dia sangat yakin bahwa Anwar akan bisa melanjutkan hidupnya walaupun dengan kaki yang tidak sempurna dia selalu memberikan keyakinan kepada Anwar bahwa cacat tubuh bukanlah akhir segalanya.
Untuk memberikan kekuatan kepada Anwar, maka istrinya yang sebenarnya lebih menderita selalu memberikan pelajaran kepada Anwar dengan berbagai motivasi dari istrinya, Anwar mencoba untuk berusaha menerima semua yang terjadi dalam hidupnya bukan hanya mengenai kondisi tubuhnya yang sudah tidak sempurna lagi melainkan dia harus bersiap untuk bisa hidup mandiri tanpa mengandalkan orang lain. Sekarang Anwar sudah mulai memperlihatkan kepada istrinya bahwa dia adalah manusia yang tegar dengan keterbatasannya. Untuk lebih berpikir ke depan, akhirnya Anwar mulai bangkit untuk melanjutkan usahanya walaupun dengan keterbatasannya. Dengan sikap kerja kerasnya yang memang sudah ada dalam diri Anwar dari semenjak dia kecil, Anwar menjadi bahan perbincangan di lingkungan bisnisnya sebagai seseorang yang sangat kuat dimana dengan keterbatasannya dia masih mau bekerja selayaknya manusia yang memiliki kondisi badan yang sempurna.
Selain itu dengan keterbatasannya, Anwar sebagai seorang suami berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik untuk istrinya, dengan kerja kerasnya Anwar berusaha untuk memberikan pengobatan maksimal untuk istrinya bahkan dia berusaha untuk melakukan pengobatan ke luar negeri supaya istrinya bisa sembuh dari sakitnya. Dengan tekad yang kuat dan juga keyakinannya, sekarang Anwar yang mencoba untuk memberikan motivasi dan juga semangat kepada istrinya sehingga dia merasa yakin bahwa kanker yang dideritanya akan sembuh. Istrinya melihat kegigihan Anwar sangat ingin sembuh karena dia masih ingin untuk menemani Anwar lebih lama lagi. Singkat cerita setelah dilakukan pengobatan secara intens di luar negeri, sel kanker yang ada di tubuh istrinya dinyatakan telah bersih dan istrinya bisa untuk menemani Anwar lebih lama lagi.
Dengan berbagai kejadian yang telah dialaminya, Anwar merasa bahwa Tuhan itu baik sekali kepadanya. Tuhan yang menyadarkan Anwar melalui tragedi kecelakaan yang dialaminya. Kemudian Tuhan membuat skenario baru dimana istrinya yang dianggap hidupnya hanya tersisa 2 (dua) tahun karena sel kanker telah menyebar di dalam tubuhnya ternyata telah sembuh total dari sel kanker sehingga masih bisa memberikan motivasi dan juga menemani Anwar. Dengan keterbatasannya sebagai seorang disabilitas, sekarang Anwar tidak terlalu memikirkan mengenai keadaan kakinya yang sudah tidak ada sebelah. Yang ada dalam diri Anwar sekarang adalah bagaimana dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna dia bisa memberikan yang terbaik untuk keluarganya terutama istrinya yang selama ini telah memberikan pelajaran-pelajaran hidup yang sangat berharga. Istri Anwar tidak pernah mengeluh ketika suaminya menjadi disabilitas. Dia tidak pernah berniat meninggalkan Anwar dan dia tidka merasa malu dengan kondisi disabilitas suaminya. Baginya apa yang dia dapatkan adalah hal yang terbaik yang Tuhan telah berikan dalam hidupnya.
Dengan perhatian orang terdekatnya, Anwar yang ketika mengetahui sebelah kakinya sudah tidak ada lagi merasa benar-benar jatuh dari langit tertinggi, kini merasa seolah hidup kembali bahkan dengan kekuatan yang berlipat ganda. Anwar yang tadinya merasa malu jika harus berhadapan dengan orang lain kini menjadi orang yang lebih kuat dengan keterbatasan yang ada pada tubuhnya. Anwar yang dahulu merasa bahwa segala kesuksesan yang dia dapatkan adalah karena usaha sendiri merasa bahwa apa yang didapatkannya sebenarnya adalah kebaikan dari Tuhan dan itu terbukti ketika dia menjadi disabilitas, Tuhan begitu sayang kepadanya dengan memberikan istri yang selalu setia dan selalu memberikan motivasi kepadanya walaupun ditengah kesakitan yang dia dapatkan.
Dari cerita ini maka yang bisa diambil hikmatnya adalah bahwa Tuhan menciptakan manusia itu dengan tujuan baik. Tuhan sangat tahu bahwa dibalik kekurangannya itu, Tuhan telah memberikan kekuatan kepada orang tersebut untuk dapat terus melanjutkan hidupnya dengan penuh kebahagiaan. Hal ini hanya bisa diperoleh dengan kesadaran dari manusia itu sendiri bahwa di setiap kejadian yang terjadi dalam hidup ini akan ada hikmat dan kebaikan yang akan diperoleh oleh orang yang mengalaminya jika orang tersebut menyikapinya dengan bijak. Orang yang tidak sempurna secara fisik atau disabilitas banyak yang lebih bisa melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh orang yang memiliki fisik yang sempurna, karena dibalik kekurangan pasti ada kelebihan yang dimilikinya.
Kayla Dwi Ramadhani Agustia - 156